<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872</id><updated>2011-07-08T07:50:11.064+08:00</updated><title type='text'>Hai Gulam</title><subtitle type='html'>Tulisan ini diambil seluruhnya dari buku Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah karangan Abdullah Hasan Alhadar -Sebagai tambahan diambil tulisan yang berhubungan dari beberapa sumber lain - Semoga dapat kita ambil manfaatnya dan kita sesama umat islam dapat makin meningkatkan ukwah sesama kita.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>B47</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-6380623736153290348</id><published>2010-08-21T15:00:00.002+08:00</published><updated>2010-08-21T15:06:10.064+08:00</updated><title type='text'>Adakah bibble menyebutkan Yesus beragama Kristen?</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(34, 34, 34); line-height: 18px; "&gt;&lt;h2 class="title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 8px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: bold; font-style: inherit; font-size: 22px; font-family: Arial, Verdana; vertical-align: baseline; color: rgb(50, 50, 50); line-height: 22px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(71, 71, 71); font-weight: normal; line-height: 20px; font-size: 14px; "&gt;MARAKNYA gerakan pengkristenan terhadap umat Islam yang dilakukan oleh para penginjil dengan segala cara, membuat Insan Mokoginta memeras otak. Mantan Katolik China-Manado sebelumnya bernama Wenceslaus Mokoginta ini berpikir keras, mengapa para misionaris yang mengaku sebagai pengikut Yesus itu getol mengkristenkan umat Islam? Apakah Yesus beragama Kristen, dan apakah Yesus mengajarkan Kristen?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-size:130%;color:#474747;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tergelitik dengan pertanyaan sederhana ini, Mokoginta menulis buku “Mustahil Kristen Bisa Menjawab: Berhadiah Mobil BMW.” Buku berisi sepuluh pertanyaan sayembara teologi ini disediakan masing-masing pertanyaan satu hadiah uang tunai total 100 juta dan sebuah mobil BMW.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuis teologi berhadiah ini diawali dengan pertanyaan pertama, “Mana pengakuan Yesus dalam Alkitab (Bibel) bahwa dia beragama Kristen?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mokoginta menjelaskan, semua pengikut Yesus pasti mengakui bahwa mereka beragama Kristen. Tetapi apakah ada di antara mereka bisa memberikan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam Alkitab bahwa Yesus beragama Kristen? Jika Yesus ternyata bukan beragama Kristen, lalu apa nama agama Yesus yang sebenarnya? Karena dalam seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab nama “Kristen” itu baru muncul jauh setelah Yesus mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Reaksinya bisa ditebak, para pendeta kebakaran jenggot dengan kuis teologi berhadiah tersebut. Dari kawasan Surabaya, Budi Asali, M.Div merasa tersengat dengan tantangan Mokoginta. Reaksioner, pendeta dari Gereja Kristen Rahmani Indonesia ini menulis buku tanggapan balik “Siapa Bilang Kristen Tidak Bisa Menjawab?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan nada sinis, Budi Asali balik menyerang Mokoginta sebagai orang bodoh. “Ini suatu pertanyaan bodoh dari orang sok pintar. Sudah barang tentu ia (Yesus, pen.) tidak pernah mengakui hal itu, karena ia memang tidak beragama Kristen.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anehnya, setelah menuduh orang lain sebagai orang bodoh yang sok pintar, Pendeta Asali memamerkan sifat yang dituduhkan tersebut pada dirinya sendiri dalam tulisan berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sekalipun dalam sepanjang hidup Yesus, nama orang Kristen tidak pernah ada, itu tidak berarti bahwa tidak mungkin Yesus yang memberikan nama itu. Yesus bisa saja memberikan nama itu setelah dia bangkit dari antara orang mati. Lebih-lebih, kalau kita meninjau Yesus sebagai Allah, maka kematian dari manusia Yesus jelas tak menghalangi dia untuk memberi nama itu kepada para muridnya” (hlm. 25).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau pengandaian pendeta itu diterima mentah-mentah, bahwa setelah mati disalib lalu dikubur, Yesus bangkit dari kubur untuk memberi nama “Kristen” terhadap agamanya. Lantas, kenapa tidak ayat Bibel yang mengabadikan peristiwa penting tersebut? Karena argumen ini tidak didasarkan pada ayat Alkitab, berarti Apologi pendeta ini sangat tidak cerdas dan tidak ada rujukan ilmiahnya. Sebagai orang yang gampang menuding orang lain bodoh dan sok pintar, semestinya Pendeta Asali bicara masalah agama sesuai dengan dasar kitab suci. Jangan mengumbar ‘teologi khayalan’ yang hanya dilandasi praduga mentah belaka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;...Karena dalam keempat Injil dalam Bibel, tak sepatah kata “Kristen” pun terucap dari mulut Yesus. Bahkan kata “Kristen” dalam Bibel diungkapkan jauh setelah Yesus tidak ada di dunia...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tantangan Mokoginta tersebut sebenarnya cukup beralasan dan ilmiah. Karena dalam keempat Injil dalam Bibel, tak sepatah kata “Kristen” pun terucap dari mulut Yesus. Bahkan kata “Kristen” dalam Bibel diungkapkan jauh setelah Yesus tidak ada di dunia, sesuai dengan ayat berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen” (Kisah Para Rasul 11:25-26).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam buku Comparative Religions on File: Facts on File Library of World History,” disebutkan bahwa Yesus lahir sekitar tahun 4 Sebelum Masehi dan wafat sekitar tahun 29 Masehi. Sementara Paulus dan Barnabas memberi nama “Kristen” terhadap agama yang mereka bentuk, sekitar tahun 42 M. Berarti agama Kristen baru muncul sekitar 13 tahun setelah Yesus tidak ada di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sinilah letak keistimewaan Islam dibandingkan Kristen. Sebagai agama (din) yang haqq, Allah sendiri yang memberi nama dan meridhainya dalam Al-Qur’anul Karim:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam” (Qs Ali Imran 19).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (Qs Ali Imran 85).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata Yesus Bukan Orang Kristen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai teka-teki agama yang dianut Yesus, Pendeta Budi Asali M.Div. masih mau mengakui bahwa Yesus memang tidak beragama Kristen, melainkan beragama Yahudi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sebagai manusia, Yesus beragama Yahudi, dan ini terlihat dari fakta dalam Alkitab bahwa ia memang menjalani semua upacara dan hukum-hukum Yahudi, seperti disunat, merayakan Paskah Perjanjian Lama, merayakan hari-hari raya Yahudi, berbakti di Bait Allah/sinagog, dsb.” (hlm. 26).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, jawaban ini justru menimbulkan pertanyaan baru yang pelik. Jika Yesus beragama Yahudi, kenapa para paus, pastur, pendeta, penginjil dan orang awam lainnya yang mengaku sebagai pengikut Yesus itu beragama Kristen, baik Katolik maupun Protestan? Kenapa mereka tidak beragama Yahudi seperti Yesus yang mereka teladani?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;...dalam praktiknya, doktrin agama Kristen yang ada saat ini sudah menyimpang dari ajaran agama yang dianut oleh Yesus...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena dalam praktiknya, doktrin agama Kristen yang ada saat ini sudah menyimpang dari ajaran agama yang dianut oleh Yesus. Michael H. Hart dalam penelitiannya menyebut Paulus sebagai aktor utama dalam penghancuran ajaran Yesus dan terbentuknya ajaran Kristen beserta doktrin-doktrinnya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Paul, more than any other man, was responsible for the transformation of Christianity from a Jewish sect into a world religion. His central ideas of the divinity of Christ and of justification by faith alone have remained basic Christian thought throughout all the intervening centuries. All subsequent Christian theologians, including Augustine, Aquinas, Luther, and Calvin, have been profoundly influenced by his writings. Indeed, the influence of Paul’s ideas has been so great that some scholars have claimed that her, rather than Jesus, should be regarded as the principal founder of the Christian Religion” (Michael H. Hart, The 100, a Ranking of the Most Influential Persons in History, p. 34-35)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Paulus, lebih dari orang-orang lainnya, bertanggung jawab terhadap peralihan (transformasi) Agama Kristen dari sekte Yahudi menjadi agama besar dunia. Ide sentralnya tentang keilahian Yesus dan pengakuan berdasar kepercayaan semata tetap merupakan dasar pemikiran Kristen sepanjang abad-abad berikutnya. Belakangan semua teolog Kristen, termasuk Agustine, Aquinas, Luther dan Calvin, semuanya terpengaruh oleh tulisan-tulisan Paulus. Sampai-sampai banyak sarjana mengklaim bahwa Pauluslah yang menjadi pendiri agama Kristen, dan bukannya Yesus).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenyataan ini pula yang merangsang Clayton Sullivan, seorang profesor dan pendeta Gereja Baptis dari Mississippi untuk membersihkan ajaran Yesus dari orang Kristen. Pemikiran itu dituangkannya dalam buku Rescuing Jesus from Christians (Menyelamatkan Yesus dari Orang Kristen) yang diterbitkan oleh Trinity Press International (2002).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak hanya itu, doktrin penebusan dosa manusia oleh kematian Yesus di tiang salib pun digugat oleh rohaniawan Kristen sendiri. Uskup John Shelby Spong dalam buku Why Christianity Must Change or Die menyerukan untuk mencabut doktrin Yesus Juruselamat: “So we must free Jesus from the rescuer role.. Jesus portrayed in the creedal statement ‘as one who, for us and for our salvation, came down from heaven’ simply no longer communicates to our world. Those concepts must be uprooted and dismissed” (p. 99).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Oleh karena itu kita harus membebaskan Yesus dari kedudukannya sebagai Juruselamat... Yesus yang digambarkan di dalam pernyataan keimanan sebagai seseorang yang demi kita dan demi keselamatan kita, turun dari surga, sudah tidak cocok untuk alam kita sekarang ini. Ajaran ini harus dicabut dan disingkirkan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;...para pendeta dan penginjil aktivis pemurtadan itu harus berpikir seribu kali sebelum mengkristenkan umat Islam. Karena Kristen yang mereka perjuangkan itu bukanlah agama Yesus...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walhasil, para pendeta dan penginjil aktivis pemurtadan itu harus berpikir seribu kali sebelum mengkristenkan umat Islam. Karena Kristen yang mereka perjuangkan itu bukanlah agama Yesus. Sebab jika misi itu bertentangan dengan ajaran Yesus, maka di sorga kelak mereka pasti dihardik Yesus: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” [voa-islam.com/si]&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-6380623736153290348?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/6380623736153290348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=6380623736153290348' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/6380623736153290348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/6380623736153290348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2010/08/adakah-bibble-menyebutkan-yesus.html' title='Adakah bibble menyebutkan Yesus beragama Kristen?'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-1677667665512147024</id><published>2008-10-21T10:15:00.003+08:00</published><updated>2008-10-21T10:57:02.068+08:00</updated><title type='text'>Tidak Dibubarkan, Ahmadiyah Nodai Tanah Suci</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pembiaran terhadap keberadaan Ahmadiyah berarti telah memberikan peluang kepada golongan kafir Ahmadiyah untuk memperoleh visa umroh dan haji, karena di KTP mereka tertulis agama Islam. Apabila hal ini tidak dicegah berarti secara sistematis pemerintah Indonesia melakukan penodaan terhadap Tanah suci Mekkah dan Madinah.&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;“Jadi kami ingin sampaikan disini pemerintah Indonesia bertanggungjawab selama sekian puluh tahun telah membiarkan Ahmadiyah melakukan ibadah haji dan umroh artinya pemerintah Indonesia membiarkan orang-orang kafir murtad untuk masuk ke tanah suci haramain, Mekkah dan Madinah,” ujar Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat membacakan pledoi, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/10).&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya telah melayangkan protes tentang keikutsertaan Ahmadiyah dalam ibadah di tanah suci, menurutnya, dalam waktu dekat akan menyurati Raja Abdullah, pimpinan Kerajaan Aran Saudi, Majelis Ulama Arab Saudi, dan Kementerian Haji Arab Saudi terkait belum dikeluarkannya pelarangan berhaji bagi pengikut Ahmadiyah.&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, lanjut Habib Rizieq, apabila pemerintah RI mengambil tindakan melarang dan membubarkan Ahmadiyah, sesuai dengan Perpres No.1/PNPS/1965 tentang pencegahan dan atau penodaan agama. Sekaligus sejalan dengan Fatwa MUI tahun 1980 dan tahun 2005, sejalan dengan Fatwa Rabithah Alam Islami (RAI) tahun 1974 dan Keputusan Organisasi Konferensi Islam tahun 1985. Bahkan sejalan dengan sikap Lembaga Fatwa diseluruh dunia Islam, baik Sunni maupun Syiah.&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;“Jadi seluruh dunia sepakat bahwa Ahmadiyah kafir dan murtad tidak boleh melakukan ibadah haji,” tandasnya.&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Habib Rizieq pun menegaskan, bahwa tindakan negara untuk melarang Ahmadiyah itu tidak bertentangan dengan Resolusi HAM PBB, karena dalam Konvenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, pasal 18 ayat 3, yang termuat dalam lembar fakta HAM PBB No.15, dengan tegas dan jelas memberikan hak kepada negara untuk melakukan pembatasan hukum yang diperlukan untuk melindungi keselamatan, ketertiban, kesehatan atau moral, atau kebebasan orang lain.&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;“Itulah sebabnya, seluruh dunia Islam telah secara resmi melarang Ahmadiyah di negeri-negeri mereka. Bahkan Singapura saja, yang bukan negeri Islam, Ahmadiyah tidak disebut Islam dan pemakamannya dipisahkan dengan umat Islam, “ jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align:right;color:yellow;font-size:10px;"&gt;sumber: eramuslim&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-1677667665512147024?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/1677667665512147024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=1677667665512147024' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/1677667665512147024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/1677667665512147024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/10/tidak-dibubarkan-ahmadiyah-nodai-tanah.html' title='Tidak Dibubarkan, Ahmadiyah Nodai Tanah Suci'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-4899432807847964492</id><published>2008-10-06T08:55:00.004+08:00</published><updated>2008-10-07T15:53:22.146+08:00</updated><title type='text'>Ahmadiyah, Gerakan Merusak Islam - #1+#2</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh: Ustad Mashud SM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tulisan ini diambil dari naskah ceramah ramadhan ustad Masyhud SM di Masjid AlFallah Bontang&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kronologi berdirinya Ahmadiyah mirip dengan lahirnya Al-Qiyadah yang didirikan oleh Ahmad Moshaddeq. Enam tahun silam, dalam penggerebekan terhadap pendeta Edi Sapto, pendiri Sekolah Tinggi Teologi (STT) Dian Kaki Emas di Bekasi yang menyekap sekitar 72 pemuda muslim Gorontalo, Tim FAKTA (Forum Anti gerakan Pemurtadan) menemukan dokumen bahwa Ahmad Mushadeq termasuk orang yang dibina oleh STT tersebut dan STT Apostolos Jakarta yang didirikan oleh Prof. Dr. Yusuf Roni.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam buku tulisannya sendiri "Almasih Almau'ud dan Rohul Kudus dalam Prespektif Taurad, injil dan Al-Qur'an" dan Menyingkap Tabir pemisah Yesus Kristus dari Sejarah", Ahmad Mushaddeq menyatakan telah berpuasa 40 hari 40 malam, dia mendapatkan wahyu dari Allah di gua gunung Bunder Bogor, kemudian mengkonfirmasikannya kepada seorang ahli kitab (pakar kristologi) yang menggagas islam yang hanif.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yang dimaksud ahli kitab pakar kristologi itu sudah dikenal lama oleh tim FAKTA, yaitu pendeta kristen advent bernama Dr. Rober Walean, pendiri Last Events Duty Institute Jakarta (tempo 3 Juli 2005). Tim FAKTA juga memiliki rekaman yang pernah ditujukan ke MUI pusat untuk membuktikan bahwa Robert Walean terlibat dalam kegiatan Al-Qiyadah. Dari sinilah kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Al-Qiyadah adalah hasil konspirasi fihak Kristen.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Syeik Muhammad Rahmatullah bin Khalil ar-Rahman al-Khairani, lahir di desa Kairana, propinsi Muzhaffar Najar dekat New Delhi 1818, menantang kesombongan para misionaris Kristen yang menuntut agar kaum muslimin membuang agamanya dan menyatakan bahwa para ulama islam tidk mampu membantah mereka. Rahmatullah mengajak debat terbuka kepada para misionaris penulis buku Mizan al-haq yang dipimpin oleh pendeta CCP fonder. Perdebatan terakhir pada bulan Rajab 1270 hijriah atau April 1854 M yang dihadiri sekitas 1000 orang berakhir dengan pengakuan Fonder dan rekan-rekannya bahwa Bible mengalami distorsi dan memiliki 40.000 kontradiksi ayat-ayatnya&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari kekalahan dalam perdebatan ini dan sulitnya mengkristenkan muslin, juga kerasnya perlawanan muslim India terhadap penjajah Inggris, lahirlah konspirasi mengacaukan agama Islam dengan memilih Ghulam Ahmad sebagai nabi baru yang mendirikan Ahmadiyah pada tanggal 23 Maret 1889. Gerakan ini dipakai untuk menghancurkan aqidah islam bahwa Nabi  Muhammad saw adalah bukan nabi terakhir dan Al-Qur'an juga bukan firman Allah yang terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ensiklopedia Britanica pada entri Ghulam Ahmad dan Ahmadiyah menyebutkan , '&lt;em&gt;Ghulam Ahmad claimed not only that he was the mahdi (a promised muslim saviour) and reappearance 9buruz) of  the Prophet Muhammad but also that he was Jesus Crist and Hindu god Krishna returned to Earth."  &lt;/em&gt;(Ghulam Ahmad menyatakan diri sebagai nabi setelah Nabi Muhammad, reinkarnasi dari nabi Isa Almasih dan wujud baru Krisna anak dewa Wisnu).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ensiklopedi ini menyebutkan, Ahmadiya juga menyaakan bahwa Jihad melawan orang kafir bukanlah dengan kekerasan (peperangan) melainkan dengan kedamaian, "&lt;em&gt;Jihad by the sword had been abrogated and replaces with jihad of the pen &lt;/em&gt;(Jihad dengan pedang telah dibatalkan dan diganti jihad dengan pena)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selanjutnya, Britanica, menyebutkan bahwa "&lt;em&gt;While he mad an attemp to copy the centralized missionary organization and school of Christians, he had little interest in reconciling Christian and Moslem religious doctrin and evidently wanted only to be more effective in his struggle to supplant western influences. &lt;/em&gt;(Meskipun dai mencoba untuk meniru organisasi missionaris yang dipusatkan pada sekolah kristen, ia mempunyai kecendrungan memadukan ajaran kristen dan islam, dan dengan jelas ia hanya ingin lebih efektif dalam perjuangannya untuk menggantikan pengaruh barat).&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br/&gt;&lt;b&gt;Ajaran-ajaran Ahmadiyah&lt;/B&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;1. Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi sesudah nabi Muhammad saw&lt;/em&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan ini berdasaarakan penyelewengan penafsiran Al-Quran surah al-Ahzab ayat 40:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan &lt;b&gt;khataman nabiyin&lt;/b&gt; dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu" &lt;/em&gt;(QS:33:40)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam pandangan Ghulam Ahmad, kalimat &lt;b&gt;khataman nabiyin&lt;/b&gt; pada ayat tersebut artinya bukan penutup para nabi, melainkan "al-Muhru an-Nabiyyin" (cincin para nabi) atau "afdhalu an-nabiyyin" (yang termulia dari nabi-nabi. Karena Rasulullah telah menyatakan diri sebagai "as-syayid" (yang dipertuan) manusia :&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dari Anas bin Malik ra., Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya saya adalah orang pertama yang dibangkitkan oleh Allah dari liang lahat nanti dihari kiamat dan saya tidak sombong. Saya diberi lambang pujian dan saya tidak sombong. Saya yang dipertuan dari segenap anak cucu adam nati di hari kiamat dan saya tidak sombong. Saya orang pertama yang masuk kedalam surga dan saya tidak sombong... HR Darimi (mukaddimah:52), Turmudzi (Manaqib:3543), Ahmad (Baqi Musnad Muktsirin: 120130)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Khatam dalam arti &lt;em&gt;yang paling mulia&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;utama&lt;/em&gt; dapat ditemukan dalam riwayat yang berbunyi :&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Rasulullah berkata kepada Ali: "saya adalah al-khatam untuk para nabi, sedangkan kamu adalah al-khatam untuk para wali"&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pengertian al-khatam diatas adalah keutamaan, artinya Muhammad adalah rasul yang paling utama diantara para rasul sedangkan Ali bin Abu Thalib adalah paling utama diantara para wali. Bukan berarti Muhammad penutup para rasul dan Ali penutup para wali&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-4899432807847964492?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/4899432807847964492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=4899432807847964492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/4899432807847964492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/4899432807847964492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/10/ahmadiyah-gerakan-merusak-islam-1.html' title='Ahmadiyah, Gerakan Merusak Islam - #1+#2'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-4254825662635601672</id><published>2008-09-13T15:53:00.001+08:00</published><updated>2008-09-25T16:34:15.796+08:00</updated><title type='text'>Mirza Ghulam Ahmad Duplikat Sir Syed Ahmad Khan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Success yang dicapai Ahmadiyah mungkin dapat mengaburkan pandangan kaum muslimin akan tetapi tidak demikian pada pandangan Ulama-ulama. Justru sebaliknya, dari success yang dicapai Ahmadiyah itu timbullah kecurigaan Ulama-ulama terhadapnya. Kelahirannya yang baru kemarin, bangunnya yang kesiangan dan daerah-daerah yang dibabatnya bukan hutan lagi, adalah sebab-sebab diantara sebab timbulnya rasa curiga.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Usaha-usaha untuk mengenal Ahmadiyah telah disiapkan dengan baik oleh penulis-penulis India, Pakistan, maupun di luar kedua negara itu. Akan tetapi sebagaimana dikatakan oleh Muhammad Iqbal, bahwa cara-cara mereka memperkenalkan masih belum memuaskan karena methode-methode yang dipakai untuk itu kurang effektif.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jelaslah kiranya, bahwa untuk mengetahui "Apa dan Siapa Ahmadiyah" sampai kepada lubuk dasarnya, pada hakikat dirinya latar belakang munculnya, kekuatan berpijaknya serta bayangan tempat berteduhnya, akan memerlukan ketekunan menggarap dan ketelitian menelaah kitab-kitab Ahmadiyah baik yang Qadiani maupun yang Lahore. Alhasil kita harus masuk liwat belakang dari pintu dapur Ahmadiyah, dimana masakan Mirza Ghulam Ahmad ini, digarap.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nama "AHMADIYAH" bukan pertama kalinya ada setelah Mirza Ghulam Ahmad membentuk atau mengadakannya. Jauh-jauh sebelum Mirza Ghulam dikenal, nama Ahmadiyah itu telah ada. Ketika Mirza Ghulam masih bocah jadi masih belum ada apa-apa padanya, Sir syed Ahmad, Khan (1817-1898) pendiri Aligarh yang mashur itu, pada tahun 1842 membukukan hasil-hasil kuliyah-kuliyahnya dengan judul: "Al-Khutbatu-Al-Ahmadiyah" Ketika itu Mirza masih berumur kurang lebih tujuh tahun.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bahkan jauh-jauh lagi di belakang syed Ahmad Khan, kira-kira 600 tahun sebelum Mirza Ghulam lahir, nama Ahmadiyah itu telah ada. Syed Ahmad al-Bedawi, seorang pejuang Islam yang mashur, mendirikan suatu Thariqat yang menggunakan nama beliau sendiri, ialah Ahmadiyah atau Bedawiyah.1 &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagi Mirza Ghulam Ahmad, adalah lebih tepat bila gerakannya itu memakai nama "Mirzaiyah" atau "Qadianiah." Tetapi ia dan pengikut-pengikutnya tidak menghendaki nama-nama itu. Berkata seorang tokoh Ahmadiyah: &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Nama 'Ahmadiyah Qadian' itu selalu digunakan oleh orang-orang yang memusuhi Ahmadiyah. Jadi bukan nama yang tepat beliau ambil sesuai dengan kebenaran tetapi yang made in orang lain itu yang dipilihnya. Jujurkah begini? Bukankah ini karena sentimen, dengki,' dan benci?"2 &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Maka yang benar ialah yang resmi digunakan oleh orang-orang Ahmadiyah sendiri terhadap gerakannya yakni gerakan Ahmadiyah atau Ahmadiyah movement. Nama inilah yang sering, ditulis dalam sejarah pergerakan Islam, sebagai suatu gerakan yang bermerk Islam, merek yang telah dipasang oleh Mirza Ghulam Ahmad dan pengikut-pengikutnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Penilaian terhadap aliran ini oleh orang-orang di luar Ahmadiyah, sebagaimana telah disebutkan, akan sedikit banyak mengambil tempat di sini. Di antara mereka yang tidak boleh ditinggalkan begitu saja ialah penilaian Prof. H.A.R. Gibb; beliau berkata tentang Ahmadiyah: &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Gerakan Ahmadiyah mulai melangkah sebagai suatu pergerakan Liberal dan gerakan pembaharuan yang bersifat damai yang membawa minat ke arah satu langkah baru kepada mereka yang sudah kehilangan kepercayaannya dalam Agama Islam yang tua. Pendiri gerakan ini, Mirza Ghulam Ahmad tidak saja mengaku sebagai Mahdi dari Islam dan sebagai Messiah dari Kristen akan tetapi jtaga sebagai penjelmaan (Avatar) dari Khrisna."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gibb kemudian menambah lagi: &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Bahwa gerakan Ahmadiyah ini adalah gerakan Sinkretis sebagai reaksi terhadap gerakan Aligarh, dimana Mirza Ghulam Ahmad menuntut sebagai pembawa wahyu untuk mentafsirkan baru Islam bagi keperluan zaman baru "3 &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Demikian ulasan Prof. Gibb. Yang perlu digaris-bawahi dari ucapan-ucapan beliau, diantaranya ialah bahwa gerakan Ahmadiyah adalah gerakan Sinkretis sebagai reaksi terhadap gerakan Aligarhnya Sir syed Ahmad Khan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lebih terarah lagi pada wujud yang sebenarnya dari Ahmadiyah, ialah penilaian Pujangga Islam Muhammad Iqbal. Beliau berkata: &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Di Barat daya India, negeri dimana keadaan maupun kondisinya lebih orisinil, primitip dari negeri-negerilain di Indla, gerakan yang dilahirkan Sir syed Ahmad Khan segera mendapat reaksi serta ditandingi dan diikuti dengan seksama oleh suatu gerakan baru, yakni Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad, suatu aliran mistik yang aneh, mencakup mistik-mistik bangsa Smit dan Arya, dimana ajaran-ajarannya tidak lagi mementingkan keutamaan jiwa yang bersih sebagaimana lazimnya pada ajaran-ajaran sufi, melainkan terarah dan terpusat pada cita-cita dan kepuasan seseorang yang mengaku dirinya sebagai Messiah yang dijanjikan."4 &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kemudian lebih tertuju pada orangnya daripada alirannya, ialah penilaian seorang penulis muslimah dan sufiyah yang mashur Maryam Jameelah. Beliau berkata tentang Mirza Ghulam Ahmad: &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Bahwa hampir semua langkah-langkah, cara-cara maupun idea-idea Sir syed Ahmad Khan, diambil oleh Mirza Ghulam dan diterapkan dengan seksama, sambil menyelipkan fatwa bahwa jihad melawan Inggris adalah kejahatan yang terkutuk."5 &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari penilaian-penilaian tersebut di atas terhadap Mirza Ghulam Ahmad dan Ahmadiyahnya , ternyata nama Sir syed Ahmad Khan selalu ada dan disebut-sebut sebagai tokoh yang mendahului Mirza Ghulam dalam segala aspek. Hal ini mendorong kita untuk mengenal lebih dahulu pendiri Aligarh tersebut sebelum sampai pada pendiri Ahmadiyah. Kendati dari pihak Ahmadiyah jelas tidak membenarkan apa yang dinyatakan oleh Gibb, Iqbal, dan Jameelah terhadap diri Mirza Ghulam dan alirannya, akan tetapi tidaklah dapat diabaikan begitu saja kebenaran-kebenaran dari ucapan-ucapan mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mungkin Mirza Ghulam Ahmah tidak pernah duduk di bangku sekolahnya syed Ahmad Khan, dan mungkin juga ia bukan murid Sir syed, namun tidaklah berlebih-lebihan untuk mengatakan di sini, bahwa menarik kesimpulan dari ucapan-ucapan tokoh-tokoh di atas, jelas bahwa Mirza Ghulam Allmad telah berguru pada syed Ahmad Khan secara absentia. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karenanya mengenal Mirza Ghulam Ahmad melalui suatu langkah perkenalan pada syed Ahmad Khan, adalah jalan yang enak ditempuh serta memudahkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol align="justify"&gt;&lt;li&gt;lih. Gibb, Islam dalam Lintasan sejarah, hal. 130. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;lih.Saleh A. .Nahdi, Ahmadiyah membantah tuduhan Wahid Bakry, hal.88 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;lih.Gibb, Islam dalam lintasan sejarah hal.153, dan lih: Gibb, Aliran-aliran Modern dalam Islam, 1954, Jakarta, Tinta Mas, terjemah L.E. Hakim, hal.77 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;lih syed Abdul Vahid, Thoughts and Reflections of Iqbal, hal.277: ("in the north-West of India, a Country more primitive and saint-ridden than the rest of India, the syed's movement was soon followed by reaction of Ahmadism - a strange mixture of Semetic and Aryan mysticism with whom spiritual revival consist not in the purification of the individuals inner life according to the principles of the old Islamic sufism, but in satisfying the expectant attitude of the masses by providing a promised Messiah") &lt;/li&gt;&lt;li&gt;lih. Maryam Jameelah, Islam and Modernism, 1968, Lahore-Mohammad Yusuf Khan, hal.54: ("Mirza Ghulam Ahmad followed faithfully in the footstep of his Master. In declaring it most desirable to shed one's blood in the cause of British imperialism but condemning jihad as a crime, he was merely carrying sayyid Ahmad Khan's ideas to their logical conclusion).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-4254825662635601672?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://haigulam.blogspot.com' title='Mirza Ghulam Ahmad Duplikat Sir Syed Ahmad Khan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/4254825662635601672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=4254825662635601672' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/4254825662635601672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/4254825662635601672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/mirza-ghulam-ahmad-duplikat-sir-syed.html' title='Mirza Ghulam Ahmad Duplikat Sir Syed Ahmad Khan'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-2472387352227775885</id><published>2008-09-12T14:50:00.000+08:00</published><updated>2008-09-05T11:30:04.787+08:00</updated><title type='text'>Tantangan Rutin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bahkan jika masih ada niat untuk berhadapan dengan Ahmadiyah, janganlah coba-coba melakukannya. Naseem Saifi, seorang tokoh Ahmadiyah kelahiran Qadian, dengan lantangnya berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba tunjukkan padaku, apa yang telah dicapai oleh mereka (Ulama-ulama) yang memusuhi Ahmadiyah itu? Adakah hasil yang mereka peroleh, ataukah mereka sanggup membendung masuknya orang-orang ke dalam Ahmadiyah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali, mereka telah gagal, bahkan jika seribu satu macam kitab diterbitkan untuk menentang Ahmadiyah, mereka pasti gagal!"1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tantangan yang begitu gigih itu, maka Ahmadiyah dengan segala kerapiannya mempertontonkan diri di mata orang lain, dalam bentuk ke-Islamannya yang baik. Apa yang logis, yang segar dan mudah untuk dicerna kaum Muslimin, telah disuguhkan oleh Ahmadiyah. Lebih banyak kitab-kitab Ahmadiyah disertakan didalamnya dengan catatan maupun mukaddimah, bahwa Syahadat Ahmadiyah adalah syahadat kaum Muslimin, bahwa rukun Islam dan rukun iman Ahmadiyah adalah sama dengan kaum Muslimin, memang pada kenyataannya sama. Hal ini tidak perlu dibantah, bahkan Ahmadiyah menegaskan lagi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahmadiyah sehelai rambutpun tidak menyimpang dari ajaran Qur'an dan Sunnah Rasul kita Muhammad s.a.w. Untuk menyebarkan ajaran-ajaran Islam di seluruh dunia Ahmadiyah melalui cara dan jalan yang dihalalkan oleh Islam dan dibenarkan oleh undang-undang dan peraturan yang berlaku di mana Ahmadiyah berada dengan menekankan: mengirimkan muballigh-muballighnya ke seluruh dunia; menyiarkan Al-Qur'an dalam berbagai bahasa yang hidup di dunia seperti bahasa-bahasa: Inggris, Jerman, Perancis, Italy, Belanda, Spanyol, Scandinavia, Persia, dan lain-lain; mendirikan mesjid-mesjid di seluruh dunia termasuk mesjid-mesjid di Eropah, Amerika Serikat, Afrika dan lain-lain; menyiarkan buku-buku secara cuma-cuma tentang berbagi masalah seperti perbandingan agama, sistim ekonomi dalam Islam, Kapitalis dan Komunis. Dan seterusnya."2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Excelent dan menyilaukan bukan? Justru karena inilah, maka usaha-usaha untuk menemukan bentuk yang lama dari Ahmadiyah yakni bentuk fitrahnya, akan mengalami kesulitan dan mungkin kegagalan seperti yang dilantangkan Naseem Saifi di atas. Hal ini telah diduga sebelumnya dan dinyatakan oleh Pujangga besar Islam DR. Mohammad Iqbal. Beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para Ulama di India yang menggunakan pedoman atau hujjah-hujjah Theologis untuk berhadapan dengan aliran Ahmadiyah, pada kenyataannya tidak berhasil mencapai kesempurnaan buat menengok kebagian sebelah dalam dari Ahmadiyah. Cara-cara mereka itu bukan suatu methode yang effektif. Bahkan bila mereka mencapai suatu success, itu hanya semu (sementara) belaka."3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru karena pedoman atau hujjah theologis yang dipakai para Ulama itu, Ahmadiyah kemudian berputar haluan, berganti taktik, merobah sikap dan menutup segala kemungkinan untuk mengenal asal-usul maupun bentuknya yang semula. Ini terbukti dari adanya kegiatan missi Ahmadiyah yang lebih banyak menonjolkan kerja dan jasa atas nama Islam, daripada mengungkap-ungkap lagi perihal kedudukan maupun jabatan-jabatan pendirinya, Mirza Ghulam Ahmad. Sudah tentu, dari suatu organisasi yang baik dan sempurna, lebih-lebih dengan keuangannya yang padat, Ahmadiyah sanggup menonjolkan dirinya sebagai organ Islam yang militant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pujian-pujian datang dari Ulama-ulama di luar Ahmadiyah, lebih-lebih dari tokoh-tokoh Ketimuran (Orientalist), antara lain yang perlu disebut di sini ialah Prof. H.A.R. Gibb, seorang Guru besar bahasa Arab pada Universitas Oxford dan Harvard. Gibb berkata tentang Ahmadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahmadiyah adalah gerakan yang giat melawan penyiaran Agama Kristen baik di Indonesia di Afrika selatan maupun di Timur dan Barat."4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah penting untuk memperbanyak halaman-halaman di sini dengan mengutip berbagai pujian terhadap Ahmadiyah, melainkan yang penting untuk dicatat ialah hasrat terpendam yang ingin dicapai Ahmadiyah, yaitu menarik orang-orang baik yang belum memeluk Islam maupun yang sudah Muslim, pada aliran Mirza Ghulam Ahmad. Kemudian dari setiap pribadi yang kena pengaruh itu, dimintanya untuk berbai'at, setia, dan taat serta meyakini seluruh pangkat, gelar dan kedudukan yang dimiliki Mirza Ghulam tanpa mempersoalkannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih daripada itu, aliran Mirza Ghulam Ahmad ini telah menyatakan dirinya sebagai Organisasi bentukan Tuhan5, sebagai Islam sejati6 dan sebagai "illa wahidah" hanya satu yang masuk sorga dari 73 pecahan ummat Islam itu7. Karenanya, kedudukan illa wahidah pada gerakan Ahmadiyah itu, telah mendorong orang-orang Ahmadiyah untuk tugas suci mengIslamkan kembali kaum Muslimin, atau dengan kata lain, meng"ahmadiyah"kan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas di sinilah letaknya benih pemecah-belah kesatuan Islam serta mengobrak-abrik ketentraman iman mayoritas ummat Islam yang telah berjalan hampir empat-belas abad itu. Maka tidaklah ragu untuk menyatakan bahwa pujian-pujian yang datang dari orang-orang Barat kepada Ahmadiyah adalah semata-mata untuk tujuan menyuburkan benih pemecah dan pengacau iman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, hampir di setiap kota-kota besar, Ahmadiyah dapat memperoleh tempat yang subur buat pertumbuhannya. Meskipun gerakannya lambat namun aliran ini kian hari kian meluas serta membawa bekas. Bahkan di suatu tempat di Jawa Barat, dekat kota Cirebon, sebuah desa atau kecamatan bernama Kayu Manis, Ahmadiyah telah menjadikannya sebagai proyek daerah tauladan, dimana hampir seluruh penduduknya di sana menganut faham yang diajarkan Mirza Ghulam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dengan cara berdiskusi sambil lalu, dalam kelompok-kelompok kecil baik dengan golongan awam maupun sampai pada golongan mahasiswa, ataupun, mampir bertamu ke rumah teman-teman, gerakan Ahmadiyah aktif menyuguhkan ajaran-ajarannya yang menarik. Sekian jauh mereka telah berhasil menanam benih-benihnya. Di Indonesia, di Afrika selatan, di Eropah maupun di Amerika, Ahmadiyah menonjolkan dirinya dengan mesjid-mesjid, madrasah-madrasah, poliklinik-poliklinik dan perpustakaan-perpustakaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti-bukti inilah mungkin yang menjadi sebab, sehingga penulis dari majallah Tempo, saudara Syu'bah Asa, yang mungkin juga masih ajar kenal dengan Ahmadiyah, telah menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa lebih penting daripada mengemukakan ajaran Ahmadiyah dalam perbandingannya dengan faham kaum Muslimin (yang kontra) ialah usaha mencatat perkembangan alam pikiran keagamaan di Indonesia sebagai suatu bagian dari sejarah kita dimana ajaran Ahmadiyah ternyata mempunyai bekas yang bisa diraba meskipun nyaris tak pernah disinggung. Bahkan dengan asumsi pertama bahwa dari mereka banyak bisa diambil hal-hal yang kedudukan ajaran ini dalam sejarah pemikiran Islam di Indonesia."8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan pikiran Syu'bah Asa tersebut di atas sebenarnya merupakan garis-garis sentuhan baru dari Ahmadiyah terhadap mereka yang masih belum mengenalnya. Dengan cara-cara yang menarik dan flexible, Ahmadiyah berusaha memperlunak diri dari kekerasan mengisolir dirinya; Mungkin suatu usaha berkompromi telah disodorkan ke tengah-tengah masyarakat Muslimin, dengan penuh harap pada mereka yang berada di luar Ahmadiyah, agar tidak berjerih payah atau meniliti atau memikirkan sebab-sebab, sehingga Mirza Ghulam Ahmad pendiri Ahmadiyah itu, telah memiliki gelar-gelar pangkat dan kedudukan begitu komplex dan penuh; melainkan dimintanya untuk menaruh perhatian yang saksama akan bukti-bukti maupun kenyataan-kenyataan yang ada yang telah dicapai oleh Ahmadiyah dengan success-success missinya. Itulah harapan Ahmadiyah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mungkin bagi kaum muslimin mengabaikan begitu saja akan pangkat-pangkat, gelar-gelar dan kedudukan Mirza Ghulam? Padahal pengikut-pengikut Ahmadiyah sendiri meresapkan ke dalam dada mereka seluruh pendakwaan pemimpinnya itu. Dan bagaimana mungkin, padahal untuk pangkat-pangkat itulah justru Mirza Ghulam Ahmad muncul di tengah-tengah kaum Muslimin, dengan berbagai-bagai alasan demi kepentingan dirinya. Bahkan dalam keterangan-keterangan pendakwaannya itu, Mirza Ghulam maupun Ahmadiyahnya membuat suatu surprise di kalangan kaum Muslimin, dengan mengemukakan dalil-dalil al-Quran dan Hadits, meskipun cara-cara pemakaian maupun pengertiannya, sangat dipaksa-paksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki: &lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Naseem Saifi, Our Movement, hal. 8.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saleh A. Nahdi, Ahmadiyah membantah tuduhan-tuduhan Ustadz Bakry Wahid B.A. Ujung Pandang, Djema'at Ahmadiyah Indonesia, 1972, hal. 4.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syed Abdul Wahid, Thoughts and Reflections of Iqbal, hal. 269: (Suffice it to say that the real nature of Ahmadism is hidden behind the mist of mediaeval mystcism and theology. The Indian Ulama, therefore took it to be a purely theological movement and came out with theological weapons to deal with it. I believe, however, that this was not the proper method of dealing with the movement; and the success of the Ulama was, therefore only partial.")&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gibb, Aliran-aliran Modern dalam Islam, terjemah L.E. Hakim, Jakarta Tinta Mas 1954, hal. 77.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saleh A. Nahdi, Ahmadiyah di mata orang lain, hal. 7.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saleh A.,Nahdi, Ahmadiyah membantah tuduhan Wahid Bakry! hal. 14.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Majallah bulanan Ahmadiyah, Sinar Islam, Jajasan Wisma Damai, no. 13 th. XV/1965, hal. 34 dan lihat Saleh Nahdi, Ahmadiyah membantah Wahid Bakry, hal. 99. NOTE: di majalah Sinar Islam tersebut Ahmadiyah menyebut angka 75 pecahan ummat Islam, akan tetapi di batahan atas Wahid Bakry, 73 saja, manakah yang dipakai oleh Ahmadiyah dari dua angka yang berbeda itu?&lt;br /&gt;8 Tempo, 24 Sept. 1974, no. 29, Jakarta Grafiti Pers hal. 3/ 50.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------&lt;br /&gt;Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah&lt;br /&gt;Abdullah Hasan Alhadar&lt;br /&gt;PT. Alma'arif, Cetakan Pertama 1980&lt;br /&gt;Jln. Tamblong No.48-50, Bandung&lt;br /&gt;Telp. 50708, 57177, 58332&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-2472387352227775885?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/2472387352227775885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=2472387352227775885' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/2472387352227775885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/2472387352227775885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/tantangan-rutin.html' title='Tantangan Rutin'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-5936448558954512658</id><published>2008-09-11T13:25:00.000+08:00</published><updated>2008-09-05T11:29:06.454+08:00</updated><title type='text'>Kemukaan Estafet</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;p&gt;Pada tanggal 15 Mei 1953 di kota Lahore Pakistan, seorang Ulama besar, syed Abul A'la al-Maududi, karena menyerang keras aliran Qadiani (Ahmadiyah) dan bersama-sama kaum Muslimin menuntut agar pengikut-pengikut Ahmadiyah dinyatakan sebagai golongan non-muslim, oleh pengadilan militer di Lahore, beliau dan seorang Ulama bernama Maulana Niazi, dijatuhi hukuman mati!1 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berita vonnis yang tidak disangka-sangka itu, bahkan tidak pernah terlintas dalam pikiran kaum Muslimin, telah menimbulkan kepanikan di kalangan ummat Islam Pakistan, India, bahkan seluruh dunia Islam ikut terkejut atasnya.2 Keputusan akan "membunuh" tokoh kecintaan ummat, seorang mujahid, dan seorang sumber ilmu Agama yang tidak kering-keringnya itu, telah menimbulkan kekhawatiran dan kegelisahan dimana-mana. Kemarahan kaum Muslimin hampir-hampir tidak dapat dibendung lagi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melihat situasi yang semakin panas itu, pemerintah cepat-cepat turun tangan, mengambil langkah mendatangi Syed Maududi di tempat tahanannya, menawarkan pada beliau kesempatan untuk mohon ampun dan mohon dikasihani. Namun dengan sikap yang berani dan tegas, beliau berkata: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Tidak, lebih baik aku mati daripada merendah-rendah diri di hadapan suatu Tyran. Jika ini sudah Takdir Allah, aku dengan segala keikhlasan menerimanya. Akan tetapi jika ini bukan KehendakNya, maka ketahuilah! Jangan coba-coba menyakiti diriku."3 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melihat pendirian syed Maududi begitu gigih, lebih-lebih sikap dari kaum Muslimin Pakistan, India, dan seluruh dunia Islam dalam suasana prihatin, akhirnya pemerintah menempuh jalan lain dan merobah hukuman mati atas diri syed Maududi menjadi hukuman penjara selama 20 tahun. Namun tidak lama kemudian jumlah 20 tahun itu berobah lagi, bahkan berobah berkali-kali sehingga sampai pada hukuman penjara dua tahun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tindakan drastis oleh pengadilan militer Lahore atas diri Ulama besar itu, menurut sinyalemen maupun pendapat-pendapat tokoh-tokoh pemerintahan dan militer, didasarkan atas pertimbangan politis semata-mata. Namun bila diteliti lebih seksama, pokok pangkal daripada peristiwa 1953 itu, ialah agitasi golongan Ahmadiyah, yang terang-terangan mengacaukan ketentraman iman kaum Muslimin dan membelakangi aqidah mereka.4 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahwa sebab utamanya terletak pada kegiatan Ahmadiyah mempropagandakan faham-fahamnya yang bersimpang jalan itu, tidak diragukan lagi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peristiwa yang sama dan dari sebab-sebab yang sama telah terjadi lagi, mungkin suatu peristiwa yang akhir, akan tetapi mungkin juga bukan terakhir, telah mengambil tempat di anak benua India kembali. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tanggal 8 Juni 1974, di Islamabad Pakistan, telah terjadi demonstrasi kemarahan kaum Muslimin yang mencapai klimaxnya. Kali ini peristiwa itu lebih banyak makan korban harta benda dan jiwa. Gerakan Ahmadiyah yang mula-mula menceritakan kejadiankejadian tersebut, berkata: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sejak Minggu terakhir dari bulan Mei 1974 telah terjadi kerusuhan-kerusuhan di Pakistan. Dengan dihasut oleh kaum Ulama dan digelorakan oleh surat-surat kabar kaum Islam yang fanatik menjalankan tindakan kekerasan terhadap orang-orang dan harta benda milik jemaat Ahmadiyah di Pakistan. Orang-orang Ahmadiyah dibunuh dan mesjid, rumah, toko, perpustakaan, pabrik, gudang dan klinik mereka dirampoki, dihancurkan dan dibakar. Boikot sosial dan ekonomi dilakukan terhadap orang-orang Ahmadiyah di seluruh Pakistan sehingga mereka tak dapat memperoleh bahan kebutuhan sehari-hari, bahkan air minum tak dapat mereka beli. Bayi-bayi juga menderita akibat boikot itu, karena susu untuk mereka tak bisa didapat."5 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan rentetan dari peristiwa itu lebih jauh lagi. Di luar Pakistan, dari kota Mekkah Al-Mukarramah, telah datang keputusan Rabithah 'Alam Islamy, menyatakan golongan Ahmadiyah sebagai golongan non-Muslim serta melarang anggauta-anggautanya naik haji. Jelas sudah, bahwa penyebab utama timbulnya kerusakan-kerusakan maupun korban jiwa itu, datang dari Ahmadiyah sendiri. Aliran inilah biang keladi dari kemarahan ummat Islam yang tak terbendungkan itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sungguh sangat disesalkan telah terjadi peristiwa itu, akan tetapi sangat disayangkan bahwa pemerintah tidak mengambil inisiatif jauh-jauh sebelumnya, bahkan jauh sebelum peristiwa-peristiwa yang silam itu, untuk menghentikan aliran Mirza Ghulam itu dan menyatakan sebagai aliran non-Islam maupun membubarkannya sekaligus! &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudah jelas, bila golongan kecil Ahmadiyah ini, bila dikaji faham-fahamnya, maupun aqidahnya ataupun hanya disebut-sebut. namanya, akan menimbulkan tidak sedap dan menggelisahkan kaum Muslimin, bahkan bisa terjadi kemarahan-kemarahan dan korban. Ia jauh lebih terorganisir, rapi, sempurna, dan persiapan-persiapan masa depannya maupun keuangannya sangat padat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebaliknya dari peristiwa 1974 itu, gerakan Ahmadiyah sendiri mempunyai pandangan-pandangan yang berbeda. Golongan ini berkata: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Rahasia di-non-Islamkannya Ahmadiyah, ialah sebagaimana yang diberitakan oleh harian - Imroz Lahore Pakistan, seperti berikut ini: Chiniot, 16 November (74). Menteri Kehakiman Propinsi merangkap urusan Parlemen, Sadar Asghar Ahmad, dihadapan rapat akbar di Jerwala mengatakan, bahwa partai rakyat (yang berkuasa di Pakistan sekarang) telah berhasil menyelesaikan masalah "Khataman Nubuwah" dengan cara yang amat bijaksana. Penyelesaian masalah ini merupakan kejadian besar sesudah peristiwa Karbala yang tercatat dalam sejarah Islam. Perdana Menteri Ali Butto telah berhasil menghancurkan siasat pemimpin-pemimpin opposisi dengan menyelesaikan masalah Qadiani itu." &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelihatan belangnya, bukan? Kita ini (Ahmadiyah) memang sudah tau. Itulah sebabnya tidak pernah kecil hati. Permainan politik memang begitu. Kaum opposisi di pemilihan umum mendatang (1975) di Pakistan ingin menjadikan masalah Ahmadiyah sebagai issue menarik untuk memperoleh suara. Tetapi Ali Butto bukan goblog. Dia tau mental "alim-ulama" yang rakus kursi, berselimutkan Agama ingin mencapai tujuan politis."6 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut Ahmadiyah berkata: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Saudi Arabia atau Rabhitah kalau mencap Ahmadiyah non Islam - tidak mengherankan. Itu biasa, asal jangan Tuhan yang me-non-Islamkan."7 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahwa peristiwa di Pakistan itu merupakan tindakan kaum oposisi serta para Ulama dengan maksud untuk mencapai tujuan politis, itu adalah pendapat Ahmadiyah pribadi. Adalah sukar untuk diterima, bahwa ikut sertanya Organisasi Dunia Islam yang berkedudukan di Mekkah itu, termasuk dari rasa solidaritas atau bertindak dalam rangka membantu tujuan politis kaum oposisi di dalam negeri Pakistan. Melainkan yang logis dan mudah dimengerti, bahwa Rabhitah Alam Islamy telah me-non-Islamkan Ahmadiyah dan sekaligus melarang angauta-anggautanya naik haji, ialah atas dasar-dasar pertimbangan serta penelitian yang seksama akan bentuk hakiki dari gerakan Ahmadiyah itu. Ulama-ulama di Pakistan, India, atau dimana saja, melihat gerak-gerik Ahmadiyah tidak lagi dari segi-segi lahirnya, akan tetapi pada segi-segi bagian dalamnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kenyataan dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan Ahmadiyah sendiri, bahkan semenjak fajar-fajar munculnya Mirza Ghulam Ahmad dan alirannya, sikap dan tindakan para Ulama selalu menentang keras padanya. Dari suatu pengamatan yang teliti, benih-benih yang ditanam Ahmadiyah di kemudian hari jauh berbeda-beda dari sebelumnya, ia lebih banyak menonjolkan merk Islamnya daripada sifatnya yang complex, &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Syukur bahwa dari Ulama-ulama yang masyhur seperti: Mohammad Hadr Husein, Abul Hasan Ali an-Nadwi, Abdul 'Alim Assidiqhi, Abul Ala al-Maududi dan lain-lain, telah berhasil membuka selubung kulit Ahmadiyah serta mengurai-urai isi dalamnya. Predikat Ulama yang ada pada mereka, lebih-lebih lagi sebagai putera-putera dari anak benua India, tidaklah menimbulkan keragu-raguan untuk menyatakan bahwa hasil-hasil tulisan mereka tentang kesesatan Ahmadiyah, adalah hasil dari sikap-sikap yang jujur, obyektif dan tidak emosional. Sehingga apa yang tidak jelas dari "Apa dan Siapa Ahmadiyah itu" menjadi jelas dan disadari. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun demikian, kendati hasil telah dicapai, yaitu kesadaran kaum Muslimin terhadap aliran Mirza Ghulam Ahmad itu, akan tetapi pada kenyataannya pencapaian Ulama-ulama itu belumlah sampai pada titik-titik intinya, belum mengena bahkan belum menyentuh sekalipun pada lubuk dasar yang hakiki dari Ahmadiyah. Akibatnya karena hal-hal tersebut, maka problema-problema baru yang tampaknya lebih segar dan logis, susul-menyusul datang dari Ahmadiyah. Bagaikan suatu santapan yang dihidangkan pada kaum Muslimin, lebih sedap dipandang, lebih enak disantap dan lebih komplit dari yang sudah-sudah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ternyata Ahmadiyah berada dalam sigap berdiri di atas kuda-kuda, menanti setiap serangan maupun kritikan dari luar dan siap pula menangkis dan menyerangnya. Lebih jauh Ahmadiyah berkata: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Memang, seperti di persada Indonesia ini, umpamanya, masih ada pula gelintiran manusia-buta yang menganggap Ahmadiyah itu sesat. Sekalipun mereka tak mampu membuktikannya menurut Qur'an dan Hadits Nabi s.a.w. dan tak pula mampu memperhadapkan "dalil-dalil"nya itu dengan Ahmadiyah, namun sekali-sekali terdengar pula cetusan hati-kotornya yang tak pernah membekas "juridu li-yuthfi 'u nurallahi bi-afwahihim" (mereka berhasrat memadamkan cahaya kebenaran Ilahy itu dengan mulutnya), tentu saja tak mungkin. Sebab itu untuk mereka tak lain ialah: "mutu be-ghaidhikum" (benci dan dengkinya akan dibawa atau membawa mereka pada maut."8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan lantang Ahmadiyah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda orang berakal, bukan? Jangan mau diburung-ontakan oleh anasir-anasir yang memusuhi Ahmadiyah dengan cara lempar batu sembunyi tangan. Rata-rata mereka berkaok-kaok dari belakang Ahmadiyah tetapi tidak berani berhadapan. Mereka tau akan kelihatan belangnya."9 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Catatan kaki: &lt;ol&gt;&lt;li&gt;lih: Leonard Binder Religion and Politics in Pakistan 1963 University of California Press hal. 302: (In Mid-May 1953, Maulana Maududi and Maulana Niazi were both sentenced to death by a military court sitting at Lahore. The severity of these sentence in an indication of the outraged view that less restrained branch of the services took of the effect of the Ahmadi agitation.&lt;br /&gt;lih: Misbah-ul-Islam Faruqi- Introducing Maududi-1968 - Darr al-Qalam al-Sur St Kuwait-hal. 113: (.., he was made to face a farce of trial by a military tribunal and was awarded death sentence for writing a pamphlet: the Qadiani Problem. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;lih: L. Binder hal. 302: religious persons throughout Pakistan were, of course shocked at this action of the military, but perhaps even more astounded at the implied generalization of guilt. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;lih: M.I Faruqi hal. 114: (When, after the death sentence he was offered option of making an appeal for mercy, his reply was: I would rather lay down my life than request mercy from tyrans. If God has so wished, I shall gladly submit. But if it is not His decision, no matter what they may plan, they can do no harm to me.) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;lih: L. Binder hal. 303: (the military and many civil servants, apparently, have been so taken in by propaganda of the jamaat they actually believe that Maududi single handely created the whole islamic constitution controvercy. Regardless of whether this view is correct, the important thing to note is that the islamic constitution controversy was considered the root cause of the dreadful effects of the Ahmadi agitation.) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;lih: bulletin Ahmadiyah, al-Hisyam, jemaat Ahmadiyah Ujung Pandang, no. 23/24 th. 1974 hal. 2/3. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;lih. al-Hisyam, no. 25, 1974, hal. 3/7. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;lih. al-Hisyam, no. 25, 1974, hal. 3. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;lih. Saleh A, Nahdi Ahmadiyah di mata orang lain, 1971, Rapen Makassar. hal. 3. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;lih. bulletin al-Hisyam, no. 23/24, 1974, hal. 5.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-5936448558954512658?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/5936448558954512658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=5936448558954512658' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/5936448558954512658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/5936448558954512658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/kemukaan-estafet.html' title='Kemukaan Estafet'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-34212506757186939</id><published>2008-09-10T13:06:00.000+08:00</published><updated>2008-09-05T11:27:50.672+08:00</updated><title type='text'>Ahmadiyah Sebagai Isolasionisme</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;BIANG KELADI&lt;br /&gt;Pada tahun 1933 di kota Lahore India, terjadi huru-hara. Pada mulanya para Ulama bersama-sama kaum muslimin yang dikenal dengan sebutan - Golongan Ahrar - mengajukan appeal pada Pemerintah agar aliran Qadiani atau yang lebih dikenal dengan nama: AHMADIYAH, dinyatakan sebagai aliran non-Islam. Mereka juga minta agar Sir Zafrullah Khan, seorang tokoh dari kelompok Ahmadiyah, dipecat dari kabinet India.1&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Zafrullah Khan di samping seorang negarawan terkenal, juga seorang diantara tokoh-tokoh Salvation Army Ahmadiyah yang giat menyusun kekuatan di atas terutama mempengaru hikalangan pemerintahan maupun militer.&lt;br /&gt;Kepala pemerintahan daerah Punjab barat, tuan Mumtaz Daultana, enggan sekali untuk turun tangan serta mengambil sikap bertolak belakang dengan keinginan para Ulama; Ia merasa akan mengakibatkan timbulnya kekeruhan dalam suasana politik di negerinya.2&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga pada akhirnya pertemuan dengan mereka tidak bisa dielakkan lagi. Dalam suatu perundingan yangl ama, antara para ulama dengan perdana menteri Nazimuddin serta tuan Mumtaz Daultana, tokoh-tokoh dari pemerintahan India ini ternyata bersikap kaku, lamban bahkan menolak untuk mempertimbangkan tuntutan mereka itu.&lt;br /&gt;Suasana hangat dalam pertemuan itu, kiranya telah menembus ke luar gedung meliputi massa kaum Muslimin yang sedang menunggu hasil-hasilnya. Kegelisahan pada mereka telah merata, kesabaran telah lenyap, dan tanpa menanti lebih lama lagi, mereka mulai bergerak turun ke jalan-jalan mengadakan demonstrasi. Kemarahan dan emosi membawa mereka, bagaikan arus yang menyisihkan setiap rintangan di depan bahkan kekerasanpun terjadi di sana-sini.3&lt;br /&gt;Pemerintah cepat-cepat turun tangan. Melalui campur tangan militer, keadaan yang penuh ketegangan itu berubah menjadi keadaan yang mencekam dada, pekik dan tangis terdengar, ketakutan tampak pada wajah-wajah mereka. Suatu peristiwa yang sulit untuk dilupakan, telah terjadi di tempat berkumpulnya kaum Muslimin itu. Pada suatu ketika, sebuah jeep dengan kecepatan yang luar biasa mendadak muncul menerjang ke arah kelompok-kelompok massa kaum Muslimin, sambil melepaskan tembakan-tembakan membabi buta. Maka jatuhlah korban yang tidak sedikit jumlahnya.&lt;br /&gt;Seorang Ahmadiyah yang fanatik berkata, bahwa "peristiwa jeep" itu adalah suatu mu'jizat, dan para penembak didalamnya tidak lain adalah Malaikat-malaikat Tuhan yangdikirim untuk menolong Ahmadiyah.4&lt;br /&gt;Suatu kenyataan yang jelas ialah, bahwa pemerintah dalam bertindak telah berdiri berat sebelah. Dalam suatu laporan tertulis yang disampaikan oleh hakim-hakim Mohammad Munir dan M.R. Kayani, dimana kedua orang tersebut menghakimi seluruh sidang-sidang perkara Ahrar, ternyata isi laporan mereka itu sangat kabur serta merugikan para Ulama. Naseem Saifi, seorang tokoh Ahmadiyah kelahiran Qadian, mengutip isi laporan tersebut, sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Jelas sudah, bila pemimpin-pemimpin Ahrar itu mengetengahkan pada publik hanya soal-soal perbedaan dalam Agama, maka suguhan mereka itu tidak akan berpengaruh apa-apa. Akan tetapi bila pada mereka diissuekan bahwa Ahmadiyah telah menghina Nabi Muhammad dengan cara mengumumkan kenabian baru sesudah kenabian akhir Muhammad s.a.w. bahkan nabi baru itu jauh lebih mulya. Maka disinilah jebakan pemimpin-pemimpin Ahrar itu mengenai sasarannya dengan tepat. Ummat Muslimin akan tergugah, terkejut, bahkan murka mendengar pidato-pidato semacam itu."5&lt;br /&gt;Sesudah laporan Munir dan Kayani tersebut, datang lagi laporan dari Badan Penyelidik Kejahatan Pemerintah, yang nadanya lebih keras serta memberatkan pemimpin Ahrar. Ahmadiyah mengutip isi laporan tersebut:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya para pemimpin Ahrar itu tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya telah bermain api. Mereka sedang membangkitkan kemarahan di kalangan ummat Islam sedemikian rupa, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya korban-korban jiwa, kerusakan-kerusakan, penghinaan dan lain-lain tidak dapat dielakkan lagi. Suatu tindakan keras harus segera diambil!"6&lt;br /&gt;Demikianlah tindakan tangan besi pemerintah telah merenggut jiwa kaum Muslimin tidak sedikit. Sungguh patut disesalkan bahwa telah terjadi peristiwa tragis semacam itu; padahal benih-benih yang menyebabkan timbulnya api kemarahan ummat yang sekaligus telah merenggut jiwa mereka yang tidak sedikit itu, masih tetap bercokol.&lt;br /&gt;Sudah selayaknya bila pemerintah India pada waktu itu menelaah jauh-jauh sebelumnya sebab-sebab dari timbulnya kemarahan kaum Muslimin. Bahwasanya apa yang telah diucapkan oleh pemimpin-pemimpin Ahrar itu, tidak semuanya fitnah semata-mata. Munculnya nabi baru sesudah kenabian akhir Muhammad s.a.w., memang telah dipropagandakan oleh Ahmadiyah, dimana Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah itu sendiri yang mengklaim dirinya sebagai nabi baru di kalangan ummat Islam. Justru inilah, nabi baru itu, benih diantara benih-benih yang ditanam Ahmadiyah, yang telah menimbulkan kemurkaan ummat mencapai puncaknya.&lt;br /&gt;Tiga tahun kemudian setelah terjadinya peristiwa Ahrar tersebut, DR. Mohammad Iqbal, Failosoof dan Pujangga besar Islam mengirim sepucuk surat pada Pandit Nehru, dimana beliau mengutarakan pendiriannya terhadap Ahmadiyah. Isidari surat beliau tersebut yang bertanggal 21 Juni I936, berbunyi:&lt;br /&gt;"Sahabatku Pandit Jawahar Lal, Terima-kasih atas surat anda yang telah kami terima kemarin Pada saat saya menulis jawaban atas artikel-artikel anda, saya merasa yakin bahwa anda tidak menaruh minat apapun terhadap sepak-terjang orang-orang Ahmadiyah itu. Kendatipun demikian adanya saya menulis juga jawaban tersebut, ialah semata-mata didorong untuk membuktikan, terutama pada anda, bagaimana sikap loyalitas kaum Muslimin di satu pihak, dan bagaimana sebenarnya tingkah laku yang ditontonkan oleh gerakan Ahmadiyah itu. Setelah diterbitkan risalah kami, saya mengetahui benar-benar bahwa tidak seorang Muslimpun yang berpendidikan, menaruh perhatian atas asal-usul maupun perkembangan ajaran-ajaran Ahmadiyah. Selanjutnya perihal artikel-artikel yang anda tulis itu, bahwasanya bukan saja penasihat-penasihat Muslim anda yang berada di Punjab yang merasa cemas, bahkan hampir di seantero negeri mereka semua cemas. Hal ini lebih membuat mereka gelisah, bila memperhatikan bagaimana orang-orang Ahmadiyah bersorak-sorai karena artikel anda itu. Tentu saja dalam hal ini surat kabar Ahmadiyah banyak membantu sepenuhnya timbulnya prasangka dan kecemasan-kecemasan itu. Namun demikian, pada akhirnya saya sungguh bergembira bahwasanya anda tidak sebagaimana yang kami cemaskan itu. Selanjutnya perlu saya utarakan di sini bahwa perhatian saya terhadap ilmu ke-Tuhan-an, kurang. Akan tetapi saya mulai gandrung padanya, ketika saya harus mengenal Ahmadiyah dari asal-usulnya. Ingin saya meyakinkan anda di sini, bahwa risalah yang saya tulis itu adalah semata-mata untuk kepentingan Islam dan India. Kemudian saya tidak pernah ragu untuk menyatakan disini, bahwasanya orang-orang Ahmadiyah itu, adalah pengkhianat-pengkhianat terhadap Islam dan India. Saya menyesal sekali tidak mendapal kesempatan menemui anda di Lahore. Saya jatuh sakit pada hari-hari itu dan tidak keluar dari bilik. Bahkan hampir selama dua tahun terakhir ini saya berada dalam keletihan dikarenakan sering jatuh sakit. Harap anda kapan saja bila anda datang lagi ke Punyab. Kemudian apakah anda telah menerima surat saya yang berkenaan dengan usul anda mengenai penyatuan hak-hak kemerdekaan kaum sipil. Ketika anda tidak menyinggung lagi hal tersebut dalam surat anda, saya merasa kuatir bahwa anda tidak pernah menerimanya. Wassalam, sahabatmu," Sd. Mohammad Iqbal.7&lt;br /&gt;Apa sebab DR. Iqbal termasuk diantara mereka yang menyerang Ahmadiyah, bahkan menyatakan sebagai pengkhianat-pengkhianat terhadap Islam dan India? Justru pendirian beliau inilah yang harus digaris-bawahi sebagai suatu problema yang patut diteliti sejauh mungkin. Beliau sendiri tidak berkesempatan untuk menulis tentang dalih-dalih maupun dasar-dasar dari pernyataannya yang drastis itu secara luas, mungkin dikarenakan kesehatannya yang banyak terganggu. Akan tetapi beliau tidak lupa memberikan metode-metode yang baik dalam rangka mengenal Ahmadiyah.&lt;br /&gt;Sebaliknya bagi pemerintah India, sudah sewajarnya bila pernyataan Iqbal tersebut dijadikan sebagai titik-tolak dari penelitian yang seksama terhadap gerakan Ahmadiyah. Setidak-tidaknya bertindak sebagai penengah yang suka mendengar suara-suara ulama yang tidak diragukan identitas maupun kwalitasnya, termasuk suara Iqbal.&lt;br /&gt;Jika tidak, maka apa yang terjadi kemudian ialah timbulnya gerakan-gerakan estafet para Ulama maupun kaum muslimin yang bersikap menentang hadirnya aliran Ahmadiyah dalam tubuh Islam.&lt;br /&gt;Bukti-bukti timbulnya gerakan-gerakan estafet telah ada. Peristiwa-peristiwa yang hampir sama dan dari sebab-sebab yang sama telah terjadi; mengambil tempat di anak benua India kembali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;li&gt;Iih. I.H. Qureshi, a Short History of Pakistan, 1967, University of Karachi, hal. 245: ( suddenly they reentered public life with their old demand for having the Qadianis declared non Muslim Ö without waiting for the result they started a vigorous agitation for the removal of Zafrullah Khan, a recognised leader of the Qadiani community, from the central Cabinet.).&lt;/li&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;li&gt;lih. Syed Sharifuddin Pirzada, Evolution of Pakistan, 1963, Lahore, The All Pakistan Legal Decisions, hal. 444: (The chief minister of West Punjab, Mumtaz Daultana, was not reluctant to take any vigorous stand against it because he felt that it would be politically dangerous).&lt;/li&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;li&gt;lih. I.H. Qureshi A Short history of Pakistan hal. 245 (the agitation grew in violence and threatened to destroy ordered life.).&lt;/li&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;li&gt;Ucapan seorang Ahmadiyah bernama: Mohammad Idris, dengan alamat: Gg. H. Murtadho XII/A. 280 Matraman Jakarta, bekerja pada perpustakaan kedutaan Pakistan Jakarta. Ia tinggal di India selama 12 tahun, berada di Lahore ketika peristiwa Ahrar tersebut terjadi.&lt;/li&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;li&gt;lih. Naseem Saifi Our Movement Lagos The Islamic Literature 1957 hal. 14: (if they had carried on this religious controversy, as other religious controversies are carried on, they not have perhaps attracted much support. But they clever enough to recognise that the feelings of a muslimin are nowhere more easily and bitterly aroused and his indignation awakened than over a real or fanciful insult to the Holy Prophet. They therefore, began to give out that their activities were meant to preserve the nubuwat of the Holy prophet and to repel attacks on his famous (honor) which had been made by Ahmadis in propagating the belief that the Holy Prophet was not the last of the prophets and that another prophet had appeared who claimed not only to be equal superior to the Holy Prophet. The trick succeeded ...).&lt;/li&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;li&gt;lih.: Naseem Saifi-Qur Movement-hal. 16: (The D.I.G., C.I.D. said in his report: The Ahrar leaders probably do not realise that they are playing with fire. A certain amount of buffoonery can be overlooked, but where feelings are inflamed to such an extent that the murders, riots, the heaping of insults, etc; are threatened, a halt must be called!).&lt;/li&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;li&gt;lih. Syed Abdul Vahid Thoughts and Reflections of Iqbal Lahore 1964 SH. Mohammad Ashraf Lahore Hal. 306: (My dear Pandit Jawahar Lal, Thank you so much for your letter which I receieve yesterday. At the time I wrote in reply to your articles I believed that you had no idea of the political attitude of the Ahmadis. Indeed the main reason why I wrote a reply was to show, espesially to you, how Muslim loyalty had originated and how eventually it had found a revelational basis in Ahmadism: After the publication of my paper I discovered, to my great surprise, that even educated Muslim had no idea of the historical causes which shaped the teachings of Ahmadism. Moreover your Muslim advisers in the Punjab and elsewhere felt pertubed over your articles as they thought you were in sympathy with the Ahmadiyya movement. This was mainly due to the fact that the Ahmadis were jubilant over your articles. The Ahmadi press was mainly responsible for this misunderstanding about you. However I am glad to know that my impression was erroneous. I myself have little interst in theology but had to dabble in it a bit in order to meet the Ahmadis on their own ground. I assure you that my paper was written with the best of intensions for Islam and India. I have no doubt in my mind that the Ahmadis are traitors both to Islam and to India. I was extremely sorry to miss the opportunity of meeting you in Lahore. I was very ill in those days and could not leave my room. For the last two years I have been living a life practically of retirement on account of continued illness. Do let me know when you come to the Punjab next. Did you receive my letter regarding your proposed union for Civil liberty? As you do not acknowledge it in your letter I fear it never reached you, your sincerely, Sd. Mohammad Iqbal.&lt;/li&gt;&lt;/div&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-34212506757186939?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/34212506757186939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=34212506757186939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/34212506757186939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/34212506757186939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/ahmadiyah-sebagai-isolasionisme.html' title='Ahmadiyah Sebagai Isolasionisme'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-2474994615425631737</id><published>2008-09-09T12:50:00.000+08:00</published><updated>2008-09-05T11:25:50.518+08:00</updated><title type='text'>Tersusunlah Tulisan ini</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Berbagai ragam aliran kepercayaan, kebatinan maupun pergerakan yang menamakan dirinya sebagai faham-faham baru dalam Islam, pikiran-pikiran baru tentang Islam. Modernisasi Islam atau Neonisasi Islam, telah berada maupun berkisar berputar di sekeliling tubuh Islam, melekat merapat mengisap tubuh itu bahkan melukainya dalam goresan yang dalam. Mereka pada kenyataannya memecah belah mayoritas, kemudian bagian-bagian dari mereka mengisolir diri dan menyatakan bahwa mereka adalah pewaris-pewaris Islam serta pengikut-pengikutnya adalah muslim-muslim sejati. Banyak kaum Muslimin terkena jerat terbawa jauh bahkan terpisah dari pedoman Al-Qur'an dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada mulanya patokan-patokan yang dipakai untuk landasan berpijaknya gerakan-gerakan itu tampaknya bersandar pada Kitab Suci Al-Qur'an; Namun pada saat-saat mereka bergerak selangkah ke depan tampaklah isi maupun hakikatnya bertujuan menyimpang bahkan menyesatkan! Mereka sebenarnya merupakan tanda-tanda nyata kelemahan iman maupun kondisi ummat Islam di satu pihak, dan keunggulan musuh-musuh Islam di lain pihak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Membahas gerakan neonisasi Lslam ini akan banyak memakan tempo, tenaga dan pikiran yang dicurahkan. Karenanya lebih baik diambil satu contoh dari mereka untuk dikemukakan disini. Maka perkenankanlah kiranya jika contoh itu jatuh pada aliran atau gerakan AHMADIYAH yang didirikan oleh MIRZA GHULAM AHMAD dari QADIAN INDIA. Aliran ini terkenal juga&lt;br /&gt;dengan doktrin kedatangan kembali Almasih dan Almahdi. Bahkan yang menarik dari aliran ini ialah bahwa Almasih dan Almahdi itu sudah datang dan terdapat pada seseorang yang bernama MIRZA GHULAM AHMAD. Ia merangkap kedua jabatan itu sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aliran Ahmadiyall menyatakan diri sebagai Islam sejati. Organisasinya rapi, keuangannya padat, kerjanya agak lambat namun berbekas pada penganut-penganutnya. Justru karena kerapian organisasi dan kepadatan uangnya, maka Ahmadiyah pikatannya sangat menarik, jeratannya sangat lekat dan sekujur tubuhnya kelihatan mulus dan cantik. Namun demikian, pada hakikatnya di balik kecantikan yang mulus itu, pada darah yang mengalir dalam tubuhnya, rumah tempat bernaungnya, pelindung tempat berteduhnya, semua itu merupakan kenyataan-kenyataan yang sangat berlawanan dengan lahirnya. Hal mana apabila diungkapkan di sini akan menjadi suatu sajian menarik baik sebagai bahan telaal maupun sebagai bahan pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sungguh sangat menyedihkan bahwa ISLAM dilingkari dan diisap oleh gerakan semacam itu, yang pada lahirnya merupakan MERCU SUAR ISLAM dengan pancaran sinar terang benderang, namun pada hakikatnya mercu suar itu telah mengantar biduk-biduk iman serta pikiran manusia ke tempat labuh yang sesat sehingga menimbulkan tubrukan-tubrukan keras dan kerusakan-kerusakan fatal.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Adalah menjadi harapan-harapan saya dengan tersusunnya tulisan ini, semoga dapat dijadikan pangkal study mendalam terhadap gerakan tersebut maupun terhadap gerakan-gerakan yang lain. Dan semoga pula dapat disisipkan sebagai bahan-bahan tambahan untuk LEMBAGA RESEARCH ISLAM.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hanya kepada ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI jualah saya pasrahkan segala pekerjaan ini dengan memohon ampun serta keridhaanNya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kemudian salam dan selawat serta sejahtera terlimpah kepada Rasul MUHAMMAD Nabi penutup junjungan ummat serta tauladan hidup.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kepada keluarga beliau, kerabat serta sahabat terucap pula salam selawat sejahtera. Kepada TUHAN PENCIPTA ALAM SEMESTA segala puja dan pengabdian tertuju satu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-2474994615425631737?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/2474994615425631737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=2474994615425631737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/2474994615425631737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/2474994615425631737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/tersusunlah-tulisan-ini.html' title='Tersusunlah Tulisan ini'/><author><name>B47</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-1225754941300125545</id><published>2008-09-08T12:43:00.000+08:00</published><updated>2008-09-05T11:23:31.352+08:00</updated><title type='text'>Siapa Imam Mahdi itu?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Satu hal yang menarik untuk disisipkan di sini masih perihal KEDATANGAN KEMBALI ALMASIH ialah, bahwa bukan saja kaum Kristen yang memiliki kepercayaan "kedatangan kembali" itu melainkan pada kaum Muslimin ternyata pula menyimpan kepercayaan itu. Entah siapa yang berhak di antara kedua ummat ini, ataukah keduanya sama-sama berhak?&lt;br /&gt;Jika kedatangan Almasih bagi ummat Kristen merupakan HALELUYAH KEMENANGAN, maka bagi ummat muslimin merupakan DATANGNYA YANG HAQ SIRNANYA YANG BATIL. Bukankah Almasih akan datang dan menyatakan bahwa Islam adalah Agama sejati? Bukankah Almasih akan mendirikan Shalat berjama'ah serta menjadi ma'mum di shaf pertama? Alangkah bahagia saat-saat demikian!&lt;br /&gt;Disamping kebahagiaan ummat Muslimin karena Almasih datang untuk kemenangan Islam, terpetik pula sebuah "kabar suka" bahwa kebahagiaan akan melimpah, kemenangan akan mutlak yaitu pada saat seseorang yang bergelar IMAM MAHDI datang di tengah-tengah ummat Muslimin. Yang lebih meyakinkan lagi ialah bahwa munculnya Imam Mahdi itu bertepatan waktunya dengan kedatangan Almasih. Beliau inilah yang didorong oleh Almasih untuk menjadi imam dalam shalat berjama'ah itu. Kedatangan Imam Mahdi telah tersebut dalam beberapa Hadits. Di antara Missi-missinya yang utama ialah: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beliau akan membagi harta sama rata; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beliau menegakkan Agama pada akhir zaman seperti Nabi Muhammad saw. pada permulaan zaman. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beliau akan menegakkan keadilan di bumi. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beliau akan berperang atas Sunnah Rasul. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beliau akan membunuh babi dan salib.1 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ummat Islam akan mendapat kesenangan dari padanya yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beliau tidak membangunkan orang tidur dan tidak menumpahkan darah. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penduduk Bumi dan Langit serta burung-burung suka pada kekhalifahannya. Demikianlah missi-missi utamanya. Begitu hebat makna kedatangannya, bahkan terpetik berita-berita yang mengatakan bahwa meriam-meriam musuh yang memuntahkan peluru untuk membunuh kaum Muslimin konon mendadak berobah menjadi cairan dingin. Jika demikian kondisi dan situasinya, beliau tentunya sangat diharapkan mengingat penderitaan ummat sudah semakin parah. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akan tetapi kapan beliau datang? Soalnya hanya tunggu waktu saja; dan sesudah sekian tahun bahkan sekian abad belum juga terjawab "kapan beliau datang," maka yang menunggu bertambah menderita sedang yang ditunggu belum juga tiba.&lt;br /&gt;Last but not least harapan ummat yang menderita telah terpenuhi. Secara mengejutkan namun menggembirakan, sejarah Islam telah menampilkan Imam Mahdi; Beliau sudah datang! Siapa orangnya, dimana munculnya, kapan datangnya, inilah yang sulit memastikan! Sebab Imam Mahdi yang datang tidak seorang melainkan banyak. Bahkan yang menambah sulit lagi masih ada Imam-imam Mahdi yang belum datang. Mereka juga ditunggu-tunggu kedatangannya.&lt;br /&gt;Untuk memudahkan Kita mengenal para Imam Mahdi tersebut, baiknya kita memisalkan mereka dalam dua masa. Masa pertama ialah masa "mereka yang belum datang" dan masa kedua ialah "masa mereka yang sudah datang." Mereka yang akan datang menurut aliran Syiah Sabaiyah adalah Ali bin Abi Talib; Menurut Syiah Kaisaniyah adalah Mohammad Ali Hanafiyah. Menurut Syiah AI-Jaridiyah, Mohammad bin Abdullah An-Nafsus Zakiyah adalah Mahdi yang ditunggu-tunggu. Menurut Syiah Imamiah, Mohammad bin Hasan Al-Askari adalah Mahdi yang ditunggu-tunggu. Adapun para Mahdi yang "sudah datang" antara lain ialah: Ubaidullah bin Mohammad Alhabib oleh Syiah Qaramithah dianggap Mahdi. Mohammad bin Ismail bin Ja'far oleh golongan Syiah Ismailiyah dianggap Mahdi. Golongan Muwahidin menganggap Mohammad bin Taumert adalah Mahdi. Segolongan Muslim di India menganggap Ahmad bin Mohammad Berelvi adalah Mahdi. Golongan Ahmadiyah di India menganggap Mirza Ghulam Ahmad adalah Mahdi. Golongan Babiyah menganggap Ali Mohammad Al-Bab adalah Mahdi. Penduduk Sudan Afrika menganggap Mohammad Ahmad Donggola adalah Mahdi. Mahdi-mahdi yang lain seperti Mahdi dari Rief Afrika, dari Tunisia, dari Marokko, dari Pegunungan Shahrazur, dari Kurdistan, dari Senegal dan Mahdi dari Jawa timur Indonesia, merekapun telah datang dan masing-masing membawa missi-missi utamanya.2&lt;br /&gt;Demikian kumpulan Mahdi yang tercatat dalam sejarah Islam. Kenyataan dari mereka yang telah datang itu sama sekali tidak sanggup memenuhi missi-missi utamanya. Jangankan seluruh missi sanggup dipikulnya, pada tugas pembagian harta sama-rata saja, beliau-beliau itu tidak sanggup melaksanakannya; Juga mereka tidak membunuh BABI atau memecah SALIB, baik harafiyah maupun kiasan. Apalagi memberi kesenangan pada kaum Muslimin yang belum pernah dirasakannya.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Mandi-mahdi yang belum datang?! Apakah kaum Muslimin harus menanti kedatangan mereka? Padahal, penantian itu membuat ummat jadi lamban. Lebih-lebih penantian yang tak menentu, entah tahunan, puluhan tahun, abad bahkan ribuan tahun. Ummat Muslimin akan kehilangan langkah, statis, mati gerak, bahkan tertelan zaman. Mengambil sikap yang baik adalah tidak menanti dan tidak terlintas dalam pikiran untuk menanti. Lebih baik lagi ialah membuang jauh doktrin kedatangan kembali Almasih maupun Almahdi.&lt;br /&gt;Namun andaikata sejarah Islam nanti menampilkan tokoh-tokoh tersebut, maka biarkanlah nama beliau, tempat munculnya, waktu datangnya berada dalam ketentuan TUHAN. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Catatan kaki: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ali Mohammad Ali Dhukhayyil, Al-Imam Mahdi, Darut-turas Al-Islami, 1974, Beirut, hal. 13.&lt;br /&gt;H.M. Arsyad Thalih Lubis, IMAM MAHDI, Medan, Firma Islamiyah, 1967, hal 8 dan hal. 94/95/96.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-1225754941300125545?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/1225754941300125545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=1225754941300125545' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/1225754941300125545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/1225754941300125545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/06/siapa-imam-mahdi-itu.html' title='Siapa Imam Mahdi itu?'/><author><name>B47</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-8490505504417712448</id><published>2008-09-07T12:37:00.000+08:00</published><updated>2008-09-05T11:22:45.399+08:00</updated><title type='text'>Kedatangan Kembali Al Masih</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pada akhirnya diketemukanlah semacam obat penawar yang kelihatannya dipaksakan pada tubuh yang sedang sakit itu. Obatnya tidak lagi berkisar pada cerita "KUBURAN KOSONG" atau pada "KEMATIAN TUHAN DISALIB" atau pada cerita "BANGKIT DARI MAUT" melainkan pada cerita baru: "KEDATANGAN KEMBALI ALMASIH" ke atas dunia ini. Entah kapan ia datang, namun ia sudah berjanji untuk kembali dan mendirikan kerajaan Allah yang kekal. Charles H. Spurgeon berkata dalam kitabnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Drama keseluruhan yang meliputi kebangkitan kembali itu belum komplit jika Yesus Kristus belum juga datang kembali ke dunia sebagai Raja. Jika dia sudah datang, dia tidak akan dihina, diludahi lagi. Setiap orang akan berlutut padanya. Dia akan datang bersama salib namun tidak sepotongpun paku akan melukai tangannya yang halus lembut itu. Dia datang untuk mendirikan kerajaan Allah yang kekal dan akan memerintah untuk selama-lamanya. Haleluyah!"1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian makna kedatangan kembali Yesus ke dunia; menjadiobat penawar, sinar cerah dan keyakinan usang yang diperbarui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa keragu-raguan tampaknya hilang sudah karena konsep baru telah diperoleh. Akan tetapi pada hakikatnya dalam praktek penindoktrinasian konsepsi baru tersebut ternyata tidak sanggup mendominir ratio maupun fitrah insaniah di dada setiap orang. Logika mulai menolak, dada mulai sangsi. Bentrokan-bentrokan opini timbul kembali. Masih belum terjawab juga soal: "SIAPA YESUS ITU." Ahli sejarah Inggris yang mashur, Prof. J. Arnold Toynbee berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah jelas bahwa kedatangan kembali Almasih mula-mula dipusakai sendiri oleh gereja, tatkala mereka diliputi kelemahan kepercayaan serta kegagalan dalam pokok keimanan mereka. Jelas pula bahwa doktrin kedatangan kembali menjalar dengan cepat pada masyarakat, sekte-sekte dan orang-orang yang sama-sama merasa serta mengalami kekecewaan karena kehilangan pegangan."2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang terjadi doktrin kedatangan kembali Almasih menyerap ke dalam tubuh kristen hanya sebagai penawar iman "yang semu belaka." Ia tidak lebih dari pada suatu sumbangan konsep yang harus diterima oleh setiap Kristiani yang setiap waktu pula bersiap-siap pergi karena ditolak oleh rongga-rongga dada yang sesak yang telah lama menyimpannya, maupun oleh logika kritis yang memberontak atas dogma membeku yang melekat padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Charles H. Spurgeon, The Second Coming of Christ, Moody Press, Chicago, th.?, hal. 101: (Make you sure of this that the whole drama of redemption cannot be perfected without this last act of coming the king. None shall spit in his face then, but every knee shall bow before him. The crucified shall come again, no nails shall then fasten his dear hands to the tree, haleluyah!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Arnold J. Toynbee, A Study of History, Vol. III, London Oxford University Press, 1956, hal. 462: (It is certainly true that the doctrine of the second coming was conceived in the primitive christians church at a time when church was oppressed by a sense of weakness and failure ... It is also true that this doctrine here since been adopted with the greatest enthusiasm by societies and sects and people that have been in the same dissapointed or frustrated state of mind.)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-8490505504417712448?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/8490505504417712448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=8490505504417712448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/8490505504417712448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/8490505504417712448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/06/kedatangan-kembali-almasih.html' title='Kedatangan Kembali Al Masih'/><author><name>B47</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-2713400335091565596</id><published>2008-09-06T12:25:00.000+08:00</published><updated>2008-09-05T11:18:39.879+08:00</updated><title type='text'>Agama Kristen Nyaris Roboh</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;7 April tahun 30 A.D. (Anno Domini)1 bertepatan dengan hari Jum'at, YESUS KRISTUS putera Tuhan yang diutus pada domba-domba Israel telah dijatuhi hukuman mati, disalib! Demikianlah cerita yang tersurat dalam kitab suci ummat Kristen, Perjanjian Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lembah GOLGOTTA Bethlehem Yerusalem, kira-kira pukul 3 sore pada Jum'at yang na'as itu, dalam keadaan hampir telanjang, Yesus sang Putera telah menjalani hukuman matinya. Itulah klimaks dari kegagalan missinya. Ia gagal total menanam benih di atas ketandusan bangsanya. James M. Stalker berkata dalam bukunya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum pernah di dunia ini sesuatu kegagalan begitu mutlak nampaknya seperti kegagalan Tuhan Yesus. Tubuhnya terkapar dalam kubur. Musuh-musuhnya sudah menang. Kematian mengakhiri segala pertentangan dan dari kedua yang bertentangan itu, kemenangan adalah pada pihak pemimpin-pemimpin Yahudi. Tuhan Yesus sudah tampak dan menyatakan diri sebagai Messias. Tetapi Ia bukanlah jenis Messias yang mereka idam-idamkan. Pengikut-pengikutnya sedikit saja jumlahnya dan tidak berpengaruh. Masa kerjanya singkat sekali. Sekarang Ia sudah mati dan tamatlah riwayatnya."2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah ironisnya peristiwa itu. Betapa tidak, sang BAPAK di sorga seolah-olah tidak mengenal watak hakiki bangsa Israel "selalu berkhianat" terutama terhadap Utusan-utusan yang datang. Ah, lagi-lagi Tuhan Bapak itu telah lalai mempersiapkan keamanan menjelang Sang Putera datang ketengah domba-domba Israel. Ataukah ada unsur kesengajaan sang BAPAK membunuh PUTERANYA sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah lihat peristiwa yang menimpa diri Yesus ini. Bahkan pengikut-pengikutnya yang sedikit itupun mengingkari dia. SIMON PETRUS murid yang dicinta dan menyintai juga meninggalkannya. Bukan itu saja, ia banyak menyaksikan adegan-adegan hina atas Gurunya. Ia menyaksikan Gurunya dituntut di depan pengadilan, tapi ia diam saja. Ia menyaksikan pukulan-pukulan tinju menjatuhi tubuh Gurunya, ia diam saja. Saat Gurunya diludahi, ia diam saja. Ketika orang bertanya apakah ia kenal Yesus, ia menjawab: "Aku tidak kenal orang itu." Sampai tiga kali orang bertanya padanya, Simon Petrus murid yang terdekat itu tetap menyangkal. Padahal ia pernah bersumpah di hadapan Gurunya:&lt;br /&gt;"Biarpun hamba mati bersama-sama TUHAN tiada hamba akan menyangkali Tuhan."3&lt;br /&gt;Takutkah ia? Ataukah ia sehaluan dengan Judas Iskariot si pengkhianat?!!&lt;br /&gt;Cobalah lihat yang lain, seluruh lapisan masrakat, orang-orang Yahudi, orang tua ahli-ahli Taurat, seluruhnya ikut melibatkan diri mereka atas pembunuhan yang keji. Bahkan yang memilih vonis salib adalah mereka.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala kematian di salib berakhir dengan jeritan putus harap: "Ya Tuhan! Ya Tuhan, mengapa Engkau tinggalkan Aku" (Eli Eli Lama Sabakhtani), sedangkan dari sang BAPAK di sorga tiada juga datang jawaban atas panggilan putera yang menyayat pilu, maka berakhirlah sudah kisah dramatis di lembah Golgotta. Sebaliknya dari kisah yang tamat, dimulailah awal persengketaan religius di kalangan theoloog-theoloog Kristen terhadap diri Yesus. Figur siapa "YESUS KRISTUS" menjadi pokok fundamentil dari kekacauan iman yang tak habis-habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah sebenarnya ia itu? Seorang manusia, Superman, Juru Selamat yang celaka, SEMI (setengah) GOD, ataukah ia PUTERA Tuhan atau TUHAN itu sendiri? Itulah soal-soal yang memusingkan akal, mengacaukan keyakinan kaum kristen. Missinya yang singkat dan gagal total, kematiannya yang hina di palang kayu, membuktikan secara nyata betapa mati gersang rohani bangsa Yahudi dan betapa sia-sia serta konyol setiap Utusan Tuhan yang datang pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah satu hal yang wajar bila sejarah Yesus berakhir pada kematiannya: Sebagaimana yang dikatakan James Stalker:&lt;br /&gt;"Sekarang ia sudah mati dan tamatlah riwayatnya."&lt;br /&gt;Akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian; Sejarah Kristen mulai menampilkan lembaran-lembaran babak baru tentang Yesus. Justru dengan kisah "SESUDAH MATINYA" itulah, jalan baru telah terbuka lempang bagi kelangsungan iman kristiani. Kematian Yesus bukan penutup dari kegagalannya, demikian theolog-theolog Kristen berbicara. Dari kematian timbul masa cerah. Samuel Zwemer berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Syukur kepada Allah bahwa berita Injil tidak berakhir dengan kematian Kristus. Cerita itu tidak tammat dengan jeritan kemenangannya "sudah selesai." Demikian juga amanat kerasulan. Kematian Kristus disusul oleh kebangkitannya."5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang menjadi saksi mata kisah kebangkitan dari maut tersebut, termasuk murid-muridnya yang ingkar, konon memperoleh kembali keyakinan mereka akan Tuhannya Yesus.&lt;br /&gt;Kebangkitan dari maut memancarkan cahaya baru, kata Samuel.6 Karenanya kegagalan missi beralih success, yang ingkar balik percaya, yang berdosa putih kembali, dan tammatnya kisah Kristus karena kematiannya menjadi berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James Stalker berkata:&lt;br /&gt;"Karena kebangkitannya dari maut maka kebangkitan itu sendiri adalah MUJIZAT terbesar, sehingga karenanya SELURUH KEHIDUPANNYA YANG AJAIB menjadi dapat dipercaya."7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul Paulus juga berkata:&lt;br /&gt;"Jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah kepercayaanmu dan kamu masih hidup dalam dosamu."8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah makna kebangkitan. Sayangnya kebangkitan itu hanya berjalan 40 hari. Pada hari ke-40 dari kematian Yesus maka tubuhnya yang dipermuliakan itupun kembalilah ke tempatnya yang sejati, di sebelah KANAN ALLAH BAPAK. 9 &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak semua kaum Yahudi yang mati rohani sempat menjadi saksi-saksi mata. Konon kepercayaan hanya menjalar pada segelintir manusia yang melihat kisah kebangkitan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang melihat sanggup bertahan, padahal semenjak Yesus lenyap telah timbul kontroversi-kontroversi religius yang tak kunjung selesai. Bertahun-tahun awan gelap meliputi ummat Masehi. Opini-opini yang bertentangan mengenai siapa YESUS KRISTUS melanda kaum pendeta, kaum paderi, uskup-uskup dan Paus-paus. Mereka saling berbantah, saling mengucil, saling melaknat dan mengutuk. Masa gelap dan silang sengketa ini harus disudahi serta dicarikan obat penawar demi kelangsungan hidup agama itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang menyebabkan kisah versi Perjanjian Baru masih berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tahun A.D. (Anno Domini) = Tahun-tahun Tuhan masehi.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;James M. Stalker, SENGSARA TUHAN YESUS, terjemahan T.F. Foedioka, Jakarta, B.P. Keristen, tiada tahun, hal. 120.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Matius 26: 35. (3&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Yahya 18: 35;-Mattius 27: 23.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Samuel Zwemer, Kemuliaan Salib, terjemah Gajus Siagian, BPK. Jakarta, 1970, hal. 70.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;idem, hal 72.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;James Stalker, Sengsara Tuhan Yesus, hal. 121.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Korintus 15: 11.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;James Stalker, Sengsara Tuhan Yesus, hal. 128.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-2713400335091565596?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/2713400335091565596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=2713400335091565596' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/2713400335091565596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/2713400335091565596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/06/agama-kristen-nyaris-roboh.html' title='Agama Kristen Nyaris Roboh'/><author><name>B47</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-7626915674326179688</id><published>2008-09-05T00:15:00.002+08:00</published><updated>2008-09-05T11:30:27.782+08:00</updated><title type='text'>Menggugat sang nabi palsu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Oleh :Martin Jatinangor&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hal pokok yang menjadi dasar atas ketetapan suatu hukum atau perundang-udangan adalah pernyataan syah dari pembuat hukum . Dalam hal ini Allah Subhanahu wa ta’ala telah mendeklarasikan pernyataan syah atas realese-nya sebuah produk hukum yang diperuntukan bagi umat islam dengan sabda -NYA “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu(QS 5:3)&lt;br /&gt;Dalam memahami dienul islam(agama islam ) jangan hanya dipahami sebagai agama semata. Sebab, agama gambarannya hanya sekumpulan ritual, sedangkan dienul islam salah satu maknanya adalah undang-undang untuk mengatur hidup, baik yang hak maupun yang bathil. Islam adalah agama yang mengatur tentang hidup dan kehidupan manusia, peraturan atau perundang-usangan hidup dan kehidupan tersebut seluruhnya tertuang dalam kitab suci umat islam yang disebut Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Selanjutnya perincian lebih jauh tentang hukum islam seringkali disertai oleh hadits dari seorang nabi pembawa kabar tentang perudangan-undangan tersebut. Nabi atau utusan Allah sejatinya pembawa berita /khabar atau wakil manusia yang dipilih Allah untuk menyampaikan produk hukum yang dibuat Allah untuk manusia .&lt;br /&gt;Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan (QS 18:56) Al-Qur’an mewartakan kepada umat islam bahwa nabi atau utusan Tuhan yang dikenal berjumlah dua puluh lima rasul serta ditutup dengan kenabian Muhammad Sellallahu allaihi wassallam .Umat islam sangat yakin bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci dan Nabi Muhammad s.a.w adalah rasul terakhir penutup para nabi.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa ta’alla menyatakan bahwa tidak ada perbedaan kasih sayang diantara nabi atau rasul-rasul yang pernah diutusnya . Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (QS 2:136).&lt;br /&gt;Ayat tersebut menyatakan kasih sayang kepada para rosull/utusan-NYA , tanpa perbedaan Allah SWT memberikan pertanda sorang kenabian seperti nabi musa yang diberi sembilan mukjizat. Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir."(QS 17:101).&lt;br /&gt;Demikian juga dengan kenabian Isa Almasih yang diberi mukjizat oleh Allah SWT, Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.(QS 3 ;49)&lt;br /&gt;Demikian pula dengan kenabian Muhammad saw yang diberi mukjizat oleh Allah SWT berupa Al-Qur’an yang tidak pernah berubah dari dulu hingga saat ini, juga mukjizat berupa kemampuan membelah bulan dengan izin-NYA , Telah dekat datangnya saat itu [maksudnya hari penghakiman]dan telah terbelah bulan, Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus.", Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya(QS.54:1-3)&lt;br /&gt;Kaum musyrikin mengganggap olok-olok akan mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad dan berkata hal senda seperti yang dituduhkan musyrikin zaman nabi musa as pada penomena mukjizat yang dimiliki nabi musa tersebut , seraya mereka berkata “ini sihir yang nyata “. Senada dengan Daud Musa Pitkhok yang berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya:&lt;br /&gt;Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah.&lt;br /&gt;Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Selang beberapa waktu keraguan Daud Musa Pitkhok terjawab oleh penelitian Ilmiah yang dilakukan oleh Astronot Amerika, pada sebuah diskusi di televisi Inggris, diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot yang menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar.&lt;br /&gt;Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!&lt;br /&gt;Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali".&lt;br /&gt;Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... Maka aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam .&lt;br /&gt;Bukti kasih sayang Allah tidak membedakan setiap utusannya dengan diberi beberapa mukjizat sebagai pertanda kenabian. Mukjizat kenabian Muhammad saw telah diketahui/terbuktikan oleh para Astronot Amerika dan para pakar geologi . Untuk itu perlu pembuktian kebenaran dari seorang yang mengaku sebagai nabi melalui tanda-tanda berupa mukjizat yang dimiliki oleh seorang nabi . Untuk itu pula saya MARTIN –JATINANGOR dan umat islam seluruhnya menggugat untuk meminta bukti pada sang nabi Palsu (melalui kaummnya/umatnya ) sebuah pertanda kenabian , jika benar Mirza Gulam Ahmad adalah seorang Nabi, maka Allah tidak akan membedakan kasih saying-NYA. Tetapi bila kaum dari sang nabi palsu tersebut tidak bisa membuktikan mukjizat yang dimiliki oleh Mirza dan secara sepakat kaummnya mengakui tidak bisa membuktikan/menunjukan mukjizat yang diminta maka hukuman yang pantas adalah (menurut saya) mengacu pada sejarah nabi musa , Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."(QS 2: 54).&lt;br /&gt;Pengakuan adanya nabi setelah Nabi Muhammad merupakan pengikaran terhadap islam dan dipandang murtad maka sudah sepantasnya kondisi Mirza dan umatnya termasuk pada kaum yang keluar dari islam dan hukum-hukum islam serta dipandang sesuai dengan kondisi ayat tersebut diatas dan mendapatkan hukum yang sama dengan kaum nabi Musa alaissallam .Kontekstual dalam pengakuan Islam dikatakan “Aku bersaksi tiada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah SWT” . Tuhan dan Rasullnya (Allah SWT dan Muhammad saw) tidak bisa dipisahkan serta tidak bisa digantikan , oleh sebab itu jika ada orang yang mengakui sebagai nabi setelah kenabian Muhammad saw dan pengikutnya mengakui kenabian tersebut maka orang dan pengikutnya itu merupakan orang-orang yang bukan tergolong umat islam &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;sumber : swaramuslim.net&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-7626915674326179688?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/7626915674326179688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=7626915674326179688' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7626915674326179688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7626915674326179688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/09/menggugat-sang-nabi-palsu.html' title='Menggugat sang nabi palsu'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-2396823079412870643</id><published>2008-08-30T05:37:00.000+08:00</published><updated>2008-09-25T17:11:19.020+08:00</updated><title type='text'>Menag Tidak Akan Minta Maaf kepada Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menteri Agama M.Maftuh Basyuni mengatakan, tidak akan mengajukan permintaan maaf terhadap Jamaah Ahmadiyah atas pernyataannya yang menyebutkan bahwa Ahmadiyah merupakan aliran sesat. Dan akibat pernyataannya itu, Menag disomasi oleh kelompok yang mengatasnamakan aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Saya tidak akan meminta maaf kepada siapapun atas pernyataan saya tentang Ahmadiyah, karena saya tidak bersalah, " katanya usai menerima sejumlah Pimpinan lembaga Islam yang tergabung dalam Front Penanggulangan Ahmadiyah dan Aliran Sesat (FPAS) di kantor Depag Jakarta, Senin(24/04).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, kehadiran FPAS menambah keyakinan masyarakat, bahwa Ahmadiyah merupakan kelompok aliran sesat. Sebab dalam ajaran Islam telah menyebutkan bahwa tiada tuhan selain Allah, Nabi Muhammad merupakan Nabi terakhir utusan Allah, dan Al-qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam. Lebih lanjut ia menambahkan, kerusuhan yang terjadi di NTB dan di Bogor, secara mendasar disebabkan karena keberadaan Jamaah Ahmadiyah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana harian FPAS, Ahmad Sumargono menegaskan, pernyataan dan tuntutan yang dikeluarkan oleh Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan yang ditujukan Menteri Agama pada 18 April lalu sangat membahayakan kehidupan umat Islam di masa mendatang. Karena itu perlu disikapi secara serius.&lt;br /&gt;"Aliansi yang didukung oleh berbagai elemen liberal, sekuler, kristen dan sebagainya sudah sangat kebablasan dan membahayakan, " ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;FPAS menghimbau seluruh umat Islam tidak terkecoh dengan berbagai propaganda yang menyesatkan dan memberikan dukungan terhadap aliran sesat yang dapat merusak keimanan umat Islam dengan mengatasnamakan kebebasan beragama. Selain itu FPAS juga meminta agar pejabat pemerintah yang beragam Islam, melindungi umat Islam dari berbagai bentuk penyesatan akidah.(Novel/travel)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-2396823079412870643?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://haigulam.blogspot.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/2396823079412870643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=2396823079412870643' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/2396823079412870643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/2396823079412870643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/menag-tidak-akan-minta-maaf-kepada.html' title='Menag Tidak Akan Minta Maaf kepada Ahmadiyah'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-4327111553720277308</id><published>2008-08-29T05:37:00.000+08:00</published><updated>2008-09-25T17:10:22.413+08:00</updated><title type='text'>Jalan Keluar Bagi Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;Oleh:Syamsuddin Arif &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak percaya bahwa Mirza Ghulam Ahmad seorang nabi dan belum percaya pula bahwa ia seorang mujaddid [pembaharu]”, tulis Ir. Soekarno dalam bukunya, Di Bawah Bendera Revolusi, jilid 1, cetakan ke-2, Gunung Agung Jakarta, 1963, hlm. 345. Mantan Presiden RI pertama itu tidak keliru dan bukan pula sendirian. Jauh sebelum itu, tokoh pemikir masyhur Sir Muhammad Iqbal ketika ditanya oleh Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India waktu itu, perihal Ahmadiyah dengan tegas menjawab bahwa wahyu kenabian sudah final dan siapapun yang mengaku dirinya nabi penerima wahyu setelah Muhammad saw adalah pengkhianat kepada Islam: “No revelation the denial of which entails heresy is possible after Muhammad. He who claims such a revelation is a traitor to Islam” (Lihat: Islam and Ahmadism, cetakan Islamabad: Da‘wah Academy, 1990, hlm. 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iqbal menangkap banyak kemiripan antara gerakan Ahmadiyah di India dengan Babiyah di Persia (Iran), yang pendirinya juga mengklaim dapat wahyu sebagai nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Iqbal, tokoh-tokoh kedua aliran sesat ini merupakan alat politik ‘belah bambu’ kolonialis Inggris -yang waktu itu masih bercokol di India- dan imperialis Rusia –yang sempat menjajah Asia Tengah dan sebagian Persia. Akidah mereka adalah ‘kepasrahan pada penguasa’ (political servility), jelas Iqbal (hlm. 13). Jika pemerintah Russia mengijinkan Babiyah membuka markas mereka di Ishqabad, Turkmenistan, maka pemerintah Inggris merestui Ahmadiyah mendirikan pusat misi mereka di Woking, wilayah tenggara England. Bagi Iqbal, doktrin-doktrin Ahmadiyah hanya akan mengembalikan orang kepada kebodohan. Inti dari Ahmadisme atau Qadianisme –demikian Iqbal lebih suka menyebutnya- adalah rekayasa mencipta sebuah umat baru bagi nabi India (sebagai tandingan nabi Arabia): “to carve out, from the Ummat of the Arabian Prophet, a new ummat for the Indian prophet.” (hlm. 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama India yang paling disegani pada zamannya, Syed Abul Hasan Ali an-Nadwi, sesudah mempelajari secara intensif dan objektif perjalanan hidup dan ‘evolusi’ Mirza Ghulam Ahmad dari seorang santri sederhana hingga menjadi pembela agama (1880) dan mengaku imam mahdi alias masih maw‘ud (1891) serta menganggap dirinya nabi (1910), menyimpulkan bahwa gerakan Ahmadiyah ini hanya menambah beban pekerjaan rumah umat Islam, memecah-belah mereka, dan membikin masalah umat kian rumit (Lihat: Qadianism: A Critical Study, cetakan Lucknow 1980, hlm. 155). Bahwa esensi ajaran Ahmadiyah adalah klaim kenabian Mirza Ghulam Ahmad juga disimpulkan oleh Yohanan Friedman, peneliti dari Hebrew University of Jerusalem, dalam bukunya, Prophecy Continous: Aspects of Ahmadi Religious Thought and Its Medieval Background, Berkeley: University of California Press, 1989, hlm. 119, 181 dan 191.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran sesat Ahmadiyah dibawa masuk ke Indonesia sekitar tahun 1925 oleh beberapa pemuda asal Sumatera yang pernah dididik di Qadian, India selama beberapa tahun. Demi menyebarkan pahamnya, misionaris Ahmadiyah telah menerbitkan majalah “Sinar Islam” (sic!), Studi Islam dan Fathi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keresahan yang ditimbulkan oleh gerakan penyesatan umat ini sempat menyeret mereka beberapa kali ke dalam debat terbuka pada 1933 di Bandung (Lihat: Fawzy S. Thaha, Ahmadiyah dalam Persoalan, cetakan Singapura, 1982). Meski telah dinyatakan sesat dan kafir (murtad) oleh tokoh-tokoh Islam pada Muktamar ke-5 Nahdlatul Ulama (NU) tahun 1930 di Pekalongan dan musyawarah Ulama Sumatera Timur tahun 1935, kasus Ahmadiyah kembali mencuat pada 1974 setelah parlemen Pakistan dengan tegas menyatakan penganut Ahmadiyah bukan orang Islam (non Muslim) di mata hukum dan undang-undang negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1980 Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang waktu itu dipimpin Buya Hamka telah pun menetapkan bahwa aliran Ahmadiyah berada di luar Islam, sesat lagi menyesatkan, dan orang yang menganutnya adalah murtad alias keluar dari Islam (No.05/Kep/Munas/II/MUI/1980). Ketetapan tersebut ditegaskan kembali pada bulan Juli 2005 dalam fatwa resmi MUI yang ditandatangani oleh Prof. Dr. H. Umar Shihab dan Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin. Kemudian Dirjen Bimas Islam Departemen Agama melalui surat edarannya tahun 1984 telah menyeru seluruh umat Islam agar mewaspadai gerakan Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, 16 April 2008 lalu Bakorpakem (Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) menyatakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sebagai kelompok sesat dan oleh karenanya merekomendasikan perlunya diberi peringatan keras lewat suatu keputusan bersama Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri (sesuai dengan UU No 1/PNPS/1965) agar Ahmadiyah menghentikan segala aktivitasnya. Menurut Kepala Badan Litbang dan Diklat Depag, Atho Mudzhar, yang juga Ketua Tim Pemantau, selama tiga bulan Bakorpakem memantau 55 komunitas Ahmadiyah di 33 kabupaten. Sebanyak 35 anggota tim pemantau bertemu 277 warga Ahmadiyah.&lt;br /&gt;Ternyata, ajaran Ahmadiyah masih menyimpang. Di seluruh cabang, Mirza Ghulam Ahmad (MGA) tetap diakui sebagai nabi setelah Nabi Muhammad saw. Selain itu, penganut Ahmadiyah meyakini bahwa kitab Tadzkirah adalah kumpulan wahyu yang diterima MGA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penganut dan penyokong Ahmadiyah kerap berkelit dengan tiga dalih. Pertama, kaum Ahmadi sama dengan kaum Muslimin karena syahadatnya sama. Bandingkan pernyataan ini dengan pernyataan: orang Ahmadiyah itu sama dengan ‘orang utan’ karena sama-sama orang. Jelas dalam perkara ini yang penting bukan kemiripannya, akan tetapi justru perbedaannya. Yang membuat orang utan itu beda dengan Ahmadi itu bukan keorangannya, melainkan keutanannya itu. Demikian pula, Ahmadiyah itu berbeda dengan orang Islam bukan karena syahadat atau cara ibadahnya, tetapi karena akidahnya yang mengimani kenabian Mirza Ghulam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalih bahwa sebagai warganegara penganut Ahmadiyah dijamin kebebasannya oleh konstitusi. Melarang Ahmadiyah sama dengan melanggar hak asasi manusia (HAM) dan Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia 1945. Di sini terselip kealpaan dan ketidakmengertian. Alpa dan tidak paham bahwa dalam ‘menikmati’ kebebasannya setiap orang wajib tunduk pada batasan undang-undang yang telah ditetapkan demi terjaminnya penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan demi memenuhi tuntutan keadilan sesuai pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, penyalahgunaan kebebasan (abuse of freedom) ataupun tindakan merusak tata susila, agama, dan lain sebagainya atas nama HAM tak dapat dibenarkan sama sekali. Apa yang diperbuat MGA dengan Ahmadiyahnya ibarat membangun rumah baru di dalam rumah orang lain. Yang dipersoalkan bukan hak dan kebebasannya mendirikan rumah, akan tetapi lokasi (di dalam rumah orang lain) dan konsekuensinya (merusak rumah yang sedia ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengakui Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi, warga Ahmadiyah telah melakukan penodaan dan penghinaan terhadap agama Islam, di mana tidak ada nabi dan rasul lagi pasca wafatnya Muhammad Rasulullah saw. Lebih dari itu, propaganda Ahmadiyah terbukti menimbulkan keresahan dan perpecahan tidak hanya di dunia Islam, seperti temuan Dr Tony P.Chi dalam disertasinya tentang misi mereka di Amerika (1973), hlm. 134-5: “Ahmadiyya preaching and propagation have instigated unrest and dissension in the Muslim World.” Oleh karena itu solusinya ialah melarang Ahmadiyah atau mengeluarkannya dari ‘rumah Islam’. Hanya dengan jalan itu Ahmadisme dengan nabinya (MGA) bisa bebas dan menjadi agama baru seperti halnya Mormonisme di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dalih bahwa kaum Muslim harus mengedepankan kasih sayang daripada kekerasan dalam menyikapi Ahmadiyah. Saran ini lebih tepat kalau diberikan kepada Pemerintah Amerika dan Israel agar memakai kasih sayang dan menghentikan kekerasan terhadap kaum Muslim di Iraq dan Palestina. “Abu Bakr as-Shiddiq ra adalah orang yang paling penyayang di kalangan umatku (arhamu ummati),” sabda Rasulullah saw. Namun manakala muncul sekelompok orang yang durhaka kepada Allah dan Rasulullah, beliau tidak segan-segan mengambil tindakan tegas atas mereka. Perkara Ahmadiyah bukan persoalan kebebasan beragama. Islam memberikan kebebasan kepada siapa pun untuk memeluk –bukan merusak- agama apapun, sesuai dengan firman Allah: ‘Tidak ada paksaan dalam urusan agama’ (Al-Baqarah 256) serta ‘Bagimu agamamu dan bagiku agamaku’ (Al-Kâfirûn 6). Ayat-ayat ini ditujukan kepada agama lain di luar Islam, bukan terhadap agama dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika Rasulullah saw sebagai kepala negara bersikap tegas kepada para nabi palsu semacam Musaylamah dan Thulayhah: bertobat atau diperangi (Lihat: Imam al-Mawardi, al-Hawi al-Kabir, cetakan Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyyah, jilid 13, hlm. 109). Nah, Mirza Ghulam Ahmad dan pengikutnya telah durhaka kepada Allah dan RasulNya. Andaikata statusnya Muslim, maka sudah semestinya tunduk pada ketetapan hukum Islam yang berlaku. Namun jika statusnya sudah non-Muslim, maka terpulang kepada negara apakah akan mengakui dan melindungi keberadaannya sebagai sebuah agama baru –selain Hindu, Budha, Islam, Katholik dan Protestan– ataukah sebaliknya. (hidayatullah.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: swaramuslim.net&lt;br /&gt;* Penulis adalah staf pengajar di Universitas Islam Antarabangsa Malaysia &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-4327111553720277308?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/4327111553720277308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=4327111553720277308' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/4327111553720277308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/4327111553720277308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/09/jalan-keluar-bagi-ahmadiyah.html' title='Jalan Keluar Bagi Ahmadiyah'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-7688302650999121547</id><published>2008-08-28T05:37:00.000+08:00</published><updated>2008-09-25T17:09:56.855+08:00</updated><title type='text'>Apa Tindakan Umat Islam terhadap Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga 14 abad kemudian, tidak ada seorang pun yang dari umat Islam ini yang berpandangan ada nabi setelah kenabian Muhammad SAW. Jangankan orang lain, bahkan kalau hari ini ada seorang beriman mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW sekalipun, posisi Nabi Muhammad dalam mimpunya itu sudah bukan lagi sebagai nabi. Karena kenabian Muhammad SAW telah tunai dan sempurna, sejak wafatnya beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan Nabi Isa 'alaihissalam yang insya Allah nanti akan turun ke dunia. Saat bersama umat Islam nanti, beliau tidak lagi berposisi sebagai nabi, melainkan sebagai manusia biasa. Mungkin sebutannya mantan nabi atau pensiunan nabi, atau apa lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu agama apa yang dijalankan oleh beliau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW saat beliau menjadi nabi 14 abad yang lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau para mantan nabi saja apabila muncul di zaman sekarang ini, tidak mungkin jadi nabi, apalagi sekedar seorang kaki tangan inteljen Inggris yang bernama Mirza Ghulam Ahmad. Jelas sekali dia meracau ketika mengaku dirinya Nabi. Ahmadiyah kemudian diusir dari Pakistan dan bercokol sekarang ini di negeri asalnya, Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ide untuk mendirikan agama baru yang bernama Ahmadiyah itu jelas-jelas memang bertujuan untuk merusak agama yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kepentingan agen asing di dalamnya memang tidak bisa dipungkiri lagi. Bodoh atau pura-pura bodoh kalau masih saja ada dari orang muslim pura-pura tidak tahu bahwa Ahmadiyah tidak lain hanyalah agenda asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan makanlah itu istilah kebebasan beragama dan berkeyakinan. Sebab urusan agama Ahmadiyah bukan sekedar kebebasan dan berkeyakinan, tapi lebih dari itu. urusan Ahmadiyah tidak lebih dari sekedar project tadah hujan, yang intinya bagaimana kita diminta mengerjakan order-order dari para yahudi yang memang kebanyakan duit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hari ini umat Islam bentrok secara horizontal, di mana ada sebagian kalangan yang kurang mengerti persoalan, lalu mau-maunya dijadikan pendukung Ahmadiyah, memang itu merupakan salah satu tujuan agen asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahakn kalau perlu pendukung yang telah buta mata hatinya itu dibenturkan secara fisik kepada seluruh umat Islam. Entah sihir apa yang dipakai, tapi dari sekian banyak teknik yang dilakukan, yang paling jelas berbicara adalah sihir dollar, kucuran dana, bantuan asing atau apa lagi istilahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap ada dialog?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah jangan terlalu berharap. Rasanya para agen asing itu memang tidak akan mau berdialog, karena tujuan mereka sama sekali jauh dari mencari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran adalah benda asing yang tidak punya tempat di hati mereka. Kalau mau mencari kebenaran, pasti sejak awal mereka tidak masuk ke agama Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan mereka sekedar jadi kacung-kacung kelas teri para pemegang dana yang tak terbatas. Tugas mereka sekedar menari mengikuti tabuhan genderang setan dengan tarian-tarian aneh yang menginjak nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun akan mereka lakukan termasuk kalau harus menancapkan belati karatan di ulu hati umat Islam. Ibarat virus influenza, mereka bergerak memanfaatkan keawaman, kebohodan, dan kabut pekat yang menyelubungi aqidah umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah siapa sih yang ikut ajaran agama Ahmadiyah tapi mengaku muslim? Rata-rata orang yang tidak punya bekal ilmu agama yang benar. Mohon maaf, bukan ingin menyepelekan, tapi jangan kaget kalau para tokohnya sekedar untuk membaca Quran pun tidak benar bacaannya. Jangan tanya tentang kemampuan berbahasa Arab, mereka lebih tidak peduli lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kuliah di Universitas yang mengajarkan ilmu-ilmu keIslaman pun juga tidak. Karena doktirn sesat Ahmadiyah itu tidak layak dijadikan ilmu dan tidak ada tempatnya di kampus dan perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sekedar jadi buku pun juga tidak layak. Makanya mereka merekam sendiri kaset-kaset dan video sesat produk mereka. Bahkan terpaksa harus mendirikan stasiun TV sendiri. Sebab tidak ada penerbit yang dengan bodoh mau menerbitkan idelogi kufur macam itu. Juga tidak ada stasiun TV yang mau menyiarkan ajaran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena ini projek yahudi international yang dananya segede gaban, bikin percetakan atau stasiun TV pun dengan mudah dikerjakan. Walau pun tidak ada yang baca buku terbitan mereka dan tidak ada nonton TV mereka. Siapa yang mau baca kalau isinya sesat? Siapa yang mau nonton kalau isinya cuma doktrin dan cekok pahit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jangan bicara tentang ulama di dalam Ahmadiyah. Jangankan satu ulama, setengah ulama pun kita tidak menemukan. Jadi ajaran Ahmadiyah ini 100% adalah bikinan zionis yahudi. Tokoh-tokoh Ahmadiyah yang kita lihat di TV kalau pas diwawancarai, jelas bukan ulama. Satu pun syarat tidak ada dalam diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dialukan dialog dan debat, tidak ada satu pun yang mau dan berani menghadapi. Ibarat pepatah, lempar batu sembunyi tangan. Sebab mereka tahu persis bahwa adu argumentasi itu hanya akan menelanjangi borok-borok ajaran agama Ahmadiyah. Dan percuma saja semua itu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling efektif buat agama Ahmadiyah adalah bergerilya mencari mangsa, yaitu umat Islam yang jauh dari agama. Lewat berbagai doktrin sesat dan bodoh, ada saja korbannya. Mereka memang didukung sepenuhnya oleh pemerintah asing anti Islam, yang masih saja bercokol di negeri ini, lewat tekanan politiknya, lewat dana-dana yang sangat kuat, lewat tekanan ekonomi, dan berbagai fasilitas yang memang telah jauh hari dipersiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan umat Islam sendiri masih tidur pulas dininabobo oleh paham permisifisme, sekuleris dan juga liberalis. Tiga 'agama baru' ini pun tidak muncul begitu saja. Kelompok liberalis misalnya, tiba-tiba punya komunitas, punya media dan juga jaringan, tidak lain karena memang dibiayai oleh asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya lucu juga, karena keributan gara-gara adanya agama baru Ahmadiyah yang merusak akidah umat Islam ternyata dilakukan oleh antek-antek asing. Antek-antek lalu punya anak buah yang tidak lain masih beragama Islam. Tapi hatinya sudah mengalami kerusakan parah. Setidaknya sudah luntur terpesona oleh dollar. Selain hati, yang mengalami rusak parah adalah mata mereka, karena sudah berubah menjadi hijau melihat dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk menghentikan keributan ini, mudah saja. Intinya bagaimana agar kucuran dolar itu diputus atau dihentikan, setidaknya dibuat tersendat-sendat, pasti agama Ahmadiyah pun selesai riwayatnya. Ibarat mobil kehabisan bensin, tidak mungkin berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi selama kucuran dolar masih deras mengalir, apa pun bisa mereka beli. Kalau perlu presiden sebuah negara pun bisa dibeli, apalagi dikombinasikan dengan sifat sang presiden yang bernyali kecil, bermental kurcaci dan selalu siap melaksanakan semua permintaan negara superpower.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dolar yang berlimpah, untuk sekedar membeli kekuatan pers, LSM anti Islam atau berupa dukungan polisi dan kejaksaaan agar berlaku timpang, ah perkara yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Ahmadiyah memang akan tumbur subur di negeri yang apa-apa bisa dibeli seperti Indonesia ini. Yang penting ada kucuran dolar dari luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide Gila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini ide gila. Bagaimana seandainya umat Islam mengumpulkan duit yang banyak, misalnya dari negara penghasil minyak yang duitnya tidak habis dimakan tujuh turunan. Buat apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duit itu bisa digunakan untuk 'membeli' suara LSM anti Islam, dari pada suara mereka sumbang karena selalu dipasok dolar oleh asing, mendingan disumpal dengan uang dari umat Islam. Tentu jumlahnya harus lebih besar dari yang bisa ditawarkan oleh agen asing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk untuk 'membeli' keberpihakan pers dan polisi serta aparat penegak hukum lainnya, yang selama ini jelas keberpihakannya kepada agen dan kepentingan asing. Sebab yang bicara kan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu saja duit itu bisa juga ditawarkan kepada pemuka Ahmadiyah untuk ganti cerita. Misalnya mereka diminta mengakui kesalahan yang selama ini dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti akan berhasil, sebab tujuan para penggerak dan pembela Ahmadiyah di negeri ini memang semata hanya duit dan duit. Dengan duit, mereka rela menggadaikan akidah dan bicara apa saja, termasuk menginjak-injak akidah ahlisunnah wal jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc -- eramuslim&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-7688302650999121547?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/7688302650999121547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=7688302650999121547' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7688302650999121547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7688302650999121547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/apa-tindakan-umat-islam-terhadap.html' title='Apa Tindakan Umat Islam terhadap Ahmadiyah'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-4379214185653346210</id><published>2008-08-27T05:37:00.000+08:00</published><updated>2008-09-25T17:08:53.374+08:00</updated><title type='text'>Mirza Ghulam Ahmad Pendusta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Keberadaan jamaah Ahmadiyah di Indonesia makin meresahkan. Namun anehnya pemerintah seolah ragu menindak Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Padahal terhadap Al Qiyadah Al Islamiyah yang nabi palsunya Ahmad Moshaddeq pemerintah bisa melarangnya, kenapa kepada Ahmadiyah tidak atau belum bisa, kenapa masih ragu-ragu?” ujar Hartono Ahmad Jaiz dari LPPI. Padahal, katanya, di Malaysia sejak tahun 1975 Ahmadiyah sudah dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negerinya sendiri dinilai minoritas dari yang bukan Islam. Juga tidak boleh dikuburkan di kuburan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui sejauh mana sikap pemerintah dalam menangani Ahmadiyah dan kenapa Ahmadiyah ini ditentang umat Islam, berikut wawancara wartawan Suara Islam, Pendi Supendi dengan Hartono Ahmad Jaiz, beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana sejarah berdirinya Ahmadiyah itu?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirza Ghulam Ahmad mengaku sampai menjadi Nabi itu bertahap. &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, Mirza Ghulam Ahmad itu mengaku sebagai mujadid. Kemudian ia mengaku nabi yang tidak membawa syariat. Ini terjadi sebelum tahun 1900. Setelah itu ia mengaku sebagai nabi dan rasul pembawa syariat. Menerima wahyu seperti Alquran dan menerapkan pada dirinya. Setelah itu ia mengikuti cara-cara kebatinan zindiq dalam ungkapan-ungkapannya. Ia mengikuti cara Bahai dalam mengaburkan ucapannya. Bahai itu berasal dari Syiah, kemudian mengaku adanya nabi, menggabungkan antara Yahudi, Nasrani dan sebagainya. Kalau sekarang istilahnya pluralisme agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Mirza mulai meniru mukjizat penutup para nabi, yakni nabi Muhammad SAW. Lalu menjadikan masjidnya sebagai Masjid Aqsha. Kemudian desanya diaku sebagai Makkah, Lahore sebagai Madinah, menara masjidnya dinamai menara Almasih. Kemudian ia membangun pemakaman yang disebut pemakaman jannah. Semua yang dimakamkan di sana diakatakan ahli surga. Tetapi sebelumnya harus beli sertifikatnya dengan harga mahal itu. Meski tidak dimakamkan di sana, tapi yang penting punya sertifikat, maka nanti termasuk ahli surga. Jadi ujung-ujungnya duit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setelah itu bagaimana?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merasa kuat mereka kemudian mengkafirkan orang muslim. Dengan ucapan-ucapannya bahkan dinisbatkan pada Allah dalam &lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;kitab tadzkirah, wahyu muqqodas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;. Diantaranya ada dalam tadzkirah halaman 402, bunyinya &lt;span style="color:red;"&gt;sayakulu al aduwwu lasta mursalah&lt;/span&gt; artinya &lt;span style="color:red;"&gt;musuh akan berkata, kamu (mirza Ghulam Ahmad) bukanlah orang yang diutus oleh Allah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita ini yang bukan Ahmadiyah dianggap musuh. Lalu perkataan Mirza Ghulam Ahmad, seseorang yang tidak beriman kepadaku dia, tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Jadi yang tidak percaya kepada Ghulam Ahmad berarti tidak percaya kepada Allah dan kepada Rasulullah. Jadi kafir kan. Ya prosesnya seperti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana dengan peran Inggris?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya itu anehnya, karena dia itu memang pembohong, dia membuat buku yang banyak banget untuk mendukung penjajah Inggris. Otomatis di situ ada peran Inggris. Ngapain dia sampai menulis banyak dalam rangka mendukung penjajah Inggris?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;center class="box"&gt;&lt;img src="http://errantking.files.wordpress.com/2007/08/ranjitsinghphoto.jpg" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sejarah Ahmadiyah masuk ke Indonesia?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="capt" style="FLOAT: right; WIDTH: 150px"&gt;&lt;img hspace="1" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/38/General_John_Nicholson_-_Project_Gutenberg_eText_16528.jpg/180px-General_John_Nicholson_-_Project_Gutenberg_eText_16528.jpg" width="150" vspace="2" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;General Nicholson, True Master of Mirza Ghulam Ahmad&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ahmadiyah yang masuk ke Indonesia pertama kali adalah &lt;b&gt;Ahmadiyah Lahore&lt;/b&gt;, yakni tahun &lt;b&gt;1928&lt;/b&gt;. Nah dalam sejarahnya, Cokroaminoto, Muhammadiyah mene-maninya. Kemudian baru belakangan, kira-kira lima tahun setelah itu, Ahmadiyah yang selama ini dianggap sebagai teman berbeda dengan kita. Tujuh tahun kemudian, yakni &lt;b&gt;1935&lt;/b&gt; datang &lt;b&gt;Ahmadiyah Qodiyan&lt;/b&gt;. Karena NU yang tradisional dan Muhammadiyah yang pembaharu itu berselisih sangat ketat, maka datangnya aliran sesat Ahmadiyah baik Lahore maupun Qodiyan itu aman. Ahmadiyah tidak dalam hitungan perselisihan bentrok ini. Makanya dalam perjalannya Ahmadiyah tidak diusik-usik karena bentrokan antara pembaharu dan tradisionalis itu berlanjut-lanjut tentang khilafiyah. Jadi Ahmadiyah tidak terhitung sebagai kelompok yang dideskriditkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kenapa Ahmadiyah bisa diterima di Indonesia?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah di Indonesia ini apa sih yang tidak laku? Apa saja yang dijajakan, sampai dukun yang tidak logis saja bisa laku kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berapa jumlah pengikutnya di Indonesia sekarang?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak banyak. Paling 500 ribu orang. Walaupun cabangnya sampai 200 cabang lebih. Jadi produk asing belum tentu laris juga di Indonesia. Hanya saja menjadi ganjalan ketika itu tidak dilarang. Paling kurang jadi pertanyaan apa pemerintah takut sama asing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa bedanya Ahmadiyah Qodiyan dan Lahore?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sama sesat dan menyesatkan karena sumbernya sama. Bedanya Qodiyan mengaku Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, semenetara Lahore menyebut Mirza Ghulam Ahmad itu sebagai mujadid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bukankah di Islam juga mengenal istilah mujadid?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau mujadid itu dalam Islam, mengembalikan Islam sesuai Alquran dan sunnah. Mujadidnya bukan model Mirza Ghulam Ahmad. Mirza Ghulam itu pendusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesesatannya yang paling fatal?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengaku mendapat wahyu itu paling fatal. Kalau sudah mendapatkan wahyu dan mengaku nabi itu kesesatan yang paling fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mereka mengaku syahadatnya kan sama dengan kita?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad di situ yang dimaksud ya Mirza Ghulam Ahmad, karena katanya Mirza Ghulam Ahmad itu sudah merupakan reinkarnasi dari nabi-nabi bahkan nabi Muhamamad SAW. Jadi ucapannya sepertinya sama, tapi isi dan keyakinannya berbeda. Itu dari buku-buku dan pernyataan wahyunya Mirza Ghulam Ahmad. Itulah model dari penipuannya. Jadi Muhammad di situ bukan Muhammad yang dilahirkan Siti Aminah di Makkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa itu bukan karena kecurigaan saja?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan. Itu kan dari kitab mereka sendiri. Masa kita ngarang-ngarang tentang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mereka juga membantah menyebut kafir umat Islam di luar mereka?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho bukti dari kitab-kitab mereka, wanitanya nikah dengan selain Ahmadiyah tidak boleh. Anaknya Mirza Ghulam Ahmad sendiri, Fadhol Ahmad, itu waktu meninggal tidak dishalati oleh Mirza Ghulam Ahmad karena ia tidak beriman kepada bapaknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menurut pengikutnya, Mirza Ghulam Ahmad itu tidak mengaku Nabi?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru Mirza Ghulam Ahmadnya yang menegaskan bahwa yang tidak percaya kepada Kamu (Mirza), itu adalah musuh. Malah ia memaki kepada seluruh manusia yang tidak percaya kepada dia sebagai anak pelacur. Apa yang diklaim sebagai wahyu maupun dari prakteknya sudah jelas. Bukan saja dari pengikutnya tapi dari Mirza Ghulam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuan Ahmadiyah di Indonesia seperti apa?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang jelas ketika khalifahnya, Tohir Ahmad datang ke sini saat pemerintahan Gusdur, berjanji akan men-jadikan Indonesia sebagai pusat Ahmadiyah di dunia. Ini kan jadi persoalan. Nah kalau jadi sentral Ahmadiyah Indonesia ini, gimana ini. Ini justru akan menjadikan Indonesia musuh Islam terbesar di dunia. Apa kita rela?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tentang Tadzkirah, mereka membantahnya sebagai kitab suci?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau itu diatasnamakan Allah dan disebut dalam kitab itu sendiri sebagai wahyu muqqodas. Maka mereka berbohong dua kali. Sudah wahyu muqqodasnya bohong dan pengikutnya bohong lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kenapa pemerintah tidak juga melarang Ahmadiyah?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah di sini ada pertanyaan. Kenapa begitu? Terhadap Al Qiyadah Al Islamiyaah yang nabi palsunya Ahmad Moshaddeq pemerintah bisa melarangnya, kenapa kepada Ahmadiyah tidak atau belum bisa? Kenapa masih ragu-ragu? Padahal di Malaysia sejak tahun 1975 sudah dilarang. Di negerinya sendiri dinilai itu minoritas dari yang bukan Islam. Dan tidak boleh dikuburkan di kuburan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Litbang Depag bilangnya alasannya karena hubungan internasional. Sebenarnya ada apa dengan hubungan internasional? Lho Malaysia yang sudah melarang sejak tahun 1975 kok nggak ada masalah dengan hubungan internasionalnya. Ini berarti ada orang-orang yang terlibat. Johan Effendi yang dari litbang Depag kan dulu Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemerintah apa takut?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau dilihat dari takutnya nggak takut. Tapi justru yang ditakuti itu Islam. Kalau Islam ini kemudian dituruti dan Ahmadiyah dilarang, maka Islam akan berkembang baik. Kalau Islam berkembang baik maka syariat Islam diterapkan. Ketika Islam diterapkan maka orang yang korupsi dipotong tangannya. Orang yang berzina dan sudah menikah, kalau ketahuan dan ada saksi empat, akan dirajam. Itu yang ditakuti. Islam phobia justru ada di sini. Justru yang ditakuti itu Islam bukan Ahmadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mungkin nggak ini dijadikan alat politik untuk tahun 2009?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak benar itu. Jumlahnya 500 ribu itu untuk apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa ada pihak tertentu yang bermain?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita main tebak-tebak ya tidak bisa. Tapi yang jelas kok pejabat pemerintah terkesan membela Ahmadiyah. Jadi itu bukan permainan siapa-siapa, berarti permainan di antaranya permainan pejabat itu. Siapa yang ngomong ya itu yang bermain dengan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Model apa yang mesti diambil pemerintah dalam menangani Ahmadiyah, apa seperti Pakistan yang menganggap Ahmadiyah di luar Islam?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru aliran produk dari sini sendiri, yakni Ahmad Moshaddeq, yang serupa dengan model Ahmadiyah, dilarang dan nggak ada soal kan. Jadi modelnya ya seperti melarang Ahmad Moshaddeq dan jamaahnya, melarang Ahmadiyah secara nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Untuk kasus Indonesia siapa yang paling berwenang untuk memutuskan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya kejaksaan agung. Karena di dalam kejaksaan agung ada PAKEM (Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat). Nah seperti ketika melarang Islam Jamaah kan jaksa agung. Juga seperti melarang buku-buku berbahaya ya jaksa agung. Namun demikian untuk melarang suatu aliran yang berkaitan dengan Islam mestinya rujukannya Majelis Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Ahmadiyah itu menodai hukum Islam. Ketika menodai Islam dan dibiarkan akan meresahkan. Padahal secara hukum sudah jelas, prosedurnya sudah ada, lembaga yang harus menangani itu sudah jelas. Jadi sebenarnya tidak ada problem untuk melarang ini. Justru problem itu ketika tidak melarang, karena akan menyebabkan insiden-insiden di daerah. Kalau ada problem paling ketika itu saja. Ibarat misalnya penyakit, ketika dieman-eman, disayang-sayang, maka seluruh tubuh nanti kena penyakit. Kan begitu. Aliran sesat lebih dari sekadar panyakit yang ada di badan ini. Kalau dibiarkan sama dengan memelihara penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kalau dilarang apa nggak melanggar HAM?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Justru agar Hak Asasi untuk meyakini agama yang benar itu dilindungi. Tidak dirusak. Orang HAM jangan berpikirnya terbalik. HAM itu juga harus melihat orang lain. Dan melihat urutan-urutannya. Ahmadiyah lah yang melanggar HAM duluan karena telah mengacak-acak Islam. Ketika ada reaksi kok yang dipersoalkan yang bereaksi. Ini kan kebalik. Apakah ada kebebasan untuk mengacak-acak agama yang sudah diyakini. Kan tidak ada. Jadi yang membela itu cara berpikirnya tidak urut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana dengan adanya orang yang mengaku Islam tapi membela Ahmadiyah?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hadist Nabi SAW, seperti diriwayatkan Abu Hurairah, yang dimuat oleh Ibnu Katsir dalam kitab al bidayah wal nihayah, yang namanya Ar rojal, yakni yang membela nabi palsu Musailamah al Kadzab saja itu disabdakan Rasulullah SAW, nanti di Neraka gigi grahamnya lebih besar dibanding gunung Uhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ini bukan persoalan kecil. Masalahnya ini hak Allah. Kemudian dipalsu dan mengatakan yang mengikuti nabi Muhammad SAW ini kafir. Bahkan wanita Ahmadiyah tidak boleh menikah dengan laki-laki Muslim. Padahal Musailamah Al Kadzab saja nggak seperti itu. Itu saja pembelanya disebut di Neraka gigi grahamnya lebih besar dibanding gunung Uhud. Tapi sekarang ini orang dengan mudahnya kok membela Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana Islam menangani nabi palsu itu?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara Islam pengikut nabi palsu itu harus diperangi. Contohnya 40 ribuan pengikutnya Musailamah al Kadzab dan Musailamahnya sendiri diperangi setelah sebelumnya dibilangin untuk masuk Islam kembali, tapi nggak mau. Abu Bakar Shiddiq mengerahkan 10 ribu tentaranya yang dipimpin khalid bin Walid. Kemudian 10 ribu orang murtad pengikut Musailamah al Kadzab itu mati dibunuhin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau ini tidak diselesaikan oleh pemerintah justru dikhawatirkan akan kacau. Karena secara akidah itu memang harus diperangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perlu nggak sih peraturan baru untuk mena-ngani aliran sesat itu?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peraturan itu kan kembali kepada perlindungan terhadap keyakinan. Jadi kalau diadakan ya peratuan tentang melindungi keyakinan. Perlu itu, tapi harus kongkrit bagaimana melindunginya. Agama itu harus dilindungi. Agama malah lebih dibanding sekadar harta. Jadinya harus ada undang-undang yang melindungi agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kalau pemerintah tidak membubarkan Ahmadi-yah apa yang mesti dilakukan umat?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amar ma’ruf nahi munkar ya terus dilakukan. Jadi seperti dulu, ketika PKI berontak 1948, kemudian berontak lagi tahun 1965 baru bisa dibubarkan. Di masa itu juga difatwakan PKI itu kafir. Ya begitu sebagaimana JIL difatwakan bertentangan dengan Islam. Ya memang proses untuk pembubaran itu dan belum tentu langsung. Tetapi petunjuk kepada umat Islam bahwa ini sesat harus terus dilakukan. Kemudian kita percayakan kepada pihak pemerintah sampai bisa percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tentang tindakan anarkis seperti di Kuningan itu apa bisa dibenarkan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya itu kan ekses. Akibat. Kalau akibat itu mesti dilihat dari penyebabnya. Merusak yang jenisnya materi emang salah, tapi yang namanya merusak keyakinan seperti agama Islam hukumnya diperangi tadi. Jadi secara hukum yang lebih berat itu ya Ahmadiyah karena telah merusak Islam. Ini lebih berat dibanding merusak materi seperti kaca bangunan milik Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalam penanganan aliran sesat seperti Ahmadi-yah itu solusi jangka panjangnya apa?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya syariat Islam yang konsekwen. Memang Islam seharusnya diterapkan secara kehidupan nyata. Tapi ketika tidak dalam kekuasaan bukan berarti Islam tidak dilindungi. Ketika Islam dijamin UUD itu bukti jaminannya harus berupa perlindungan. Jadi perlu UU perlindungan keyakinan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketika belum dapat yang itu ya berusaha misalnya minta Ahmadiyah dibubarkan. Jadi tidak nunggu syariat Islam itu ditegakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Melawan Kesesatan Melalui Buku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="capt" style="FLOAT: right; WIDTH: 150px"&gt;&lt;img hspace="1" src="http://swaramuslim.net/images/uploads/ebook/HA-Aliran_paham_sesat-b2.jpg" width="150" vspace="2" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://swaramuslim.net/more.php?id=5730_0_1_0_M" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Membedah Anatomi Aliran Sesat&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;img src="http://swaramuslim.net/images/emoticons/link.gif" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Drs H Hartono bin Ahmad Jaiz, demikian nama lengkap laki-laki kelahiran Boyolali, 1 April 1953 ini. Tamat dari Fakultas Adab/Sastra Arab IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Sunan Kalijaga Yogyakarta 1980-1981. Sebelumnya, belajar di PGA (Pendidikan Guru Agama) 6 tahun Negeri di Solo Jawa Tengah 1968-1973.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama belajar di PGAN Solo mondok di Pesantren Jenengan tempat Pak Munawir Sjadzali mantan Menteri Agama mondok dulu, di bawah pimpinan KH Ma’ruf, dulunya guru di Madrasah Mamba’ul ‘Ulum (kini pesantren itu telah tiada). Dan beberapa tahun setiap Ramadhan Hartono ikut mengaji kitab-kitab agama di Pesantren Kacangan Andong Boyolali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartono menjadi wartawan Pelita 1982 sampai 1996, kemudian dialihkan menjadi Kepala Bagian Perpustakaan dan dokumentasi sampai 1997. Ketika mengangkat kasus pemberitaan 62 jenis makanan diduga mengandung lemak babi 1989, dirinya sempat diinterogasi 2 hari, namun dinyatakan tidak bersalah oleh para penginterogasi di Gedung Bundar Kejaksaan Agung Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diutus oleh Harian Pelita dan DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia) untuk meliput kondisi umat Islam Bosnia Herzegovina yang diserbu dan dibantai Serbia. Tugas meliput itu dilaksanakan sampai Mostar Bosnia Herzegovina dan di kamp-kamp pengungsi di Zagreb Croatia, dan Nagyatad Hongaria serta meliput masyarakat Muslim di Buddapes ibukota Hongaria, Desember 1992.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pengasuh rubrik Islamika di Majalah Media Dakwah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia sejak 1998. Menjadi anggota tim editor terjemahan Tafsir Ibnu Katsir, Yayasan Imam Syafi’I di Bogor, sejak 1999. Kemudian menjadi Ketua Lajnah Ilmiah LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) di Jakarta sejak 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas Ahmad Jaiz sekarang lebih banyak diisi dengan dakwah dan menulis buku. Buku-buku beliau lebih banyak tentang pemikiran yang membongkar pemikiran-pemikiran sesat di Indonesia. Beberapa buku yang pernah ditulis cukup membuat umat terhenyak adalah Ada pemurtadan di IAIN, Bila Kyai menjadi Tuhan, dan Bahaya Islam Liberal. Karena buku-bukunya itulah ia kerapkali diteror pihak-pihak yang tidak senang padanya. Tapi Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan perlindungan kepadanya. [pendi/ Suara-islam.com]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-4379214185653346210?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/4379214185653346210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=4379214185653346210' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/4379214185653346210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/4379214185653346210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/09/mirza-ghulam-ahmad-pendusta.html' title='Mirza Ghulam Ahmad Pendusta'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-7590858931073901975</id><published>2008-08-26T05:37:00.000+08:00</published><updated>2008-09-25T17:02:18.889+08:00</updated><title type='text'>'Islam tak Butuh Mirza Ghulam Ahmad' - 2</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebut saja namanya Budi. Pria paruh baya yang tinggal di Desa Manis Lor, Kec Jalaksana, Kab Kuningan, Jawa Barat, ini menjadi anggota Jemaat Ahmadiyah pada 1983. Selama menjadi pengikut Mirza Ghulam Ahmad (MGA), dia mengaku selalu mengalami pergolakan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 25 tahun lalu, orang-orang Ahmadiyah mendatanginya, menawarkan bantuan materi. Budi yang sedang terlilit masalah ekonomi tentu saja senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, si pemberi bantuan mensyaratkan masuk Ahmadiyah. Tak begitu memahami hakikat Ahmadiyah, Budi mau saja dibaiat. Tapi, setelah resmi menjadi penganut Ahmadiyah, Budi mulai merasakan kejanggalan. Antara lain, soal adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Budi juga tak bisa lagi shalat di sembarang masjid, karena penganut Ahmadiyah dilarang shalat di belakang imam non-Ahmadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Budi juga diharuskan menyetorkan uang pengorbanan sebesar 10 persen dari total penghasilan setiap bulan. Sesuatu yang dinilainya memberatkan. ''Karena miskin, mereka suka 'tidak menganggap' dan sepertinya memandang sebelah mata ke saya,'' kata Budi dengan logat Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi juga minder karena tak mampu membeli 'kavling surga'. Padahal, hanya bila dikubur di tempat itulah, mereka mendapat jaminan masuk surga. Sudah 20 orang yang dikuburkan di sana, setelah membayar jutaan rupiah. Adanya doktrin-doktrin yang tak lazim yang berlawan dengan yang didapatnya selama ini, dan tak leluasa lagi bergaul dengan masyarakat, membuat batin Budi bergolak. 'Hidup saya terasa mengambang, jauh dari ketenangan,'' kata Budi kepada Republika di Manis Lor, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun, Budi mengabaikan pergolakan batinnya, sampai akhirnya dia tak tahan lagi. Awal 2008, dia memutuskan keluar. ''Saya sekarang lebih tenang, tidak dikejar-kejar pengurus Ahmadiyah yang menagih uang pengorbanan. Saya juga bisa shalat Jumat di mana saja.'' Orang seperti Budi tak sedikit. Hasan Mahmud Audah, direktur umum seksi bahasa Arab Jemaat Ahmadiyah yang berpusat di London, juga keluar dari ajaran Mirzaiyah itu pada 17 Juli 1989.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebelumnya dia adalah seorang mubaligh Ahmadiyah dan pernah menetap lama di Qadian. ''Menurut pendapat saya, Islam itu telah tampak dalam keadaan sempurna dengan Nabi Muhammad SAW dan tidak membutuhkan Mirza Ghulam Ahmad untuk menyempurnakannya,'' katanya dalam bukunya, Al-Ahmadiyyah, Aqa'id Wa Ahdats.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di buku yang telah diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) dengan judul Ahmadiyah; Kepercayaan-kepercayaan dan Pengalaman-pengalaman itu, Audah memburaikan isi perut Ahmadiyah. Mulai dari doktrin-doktrinnya, administrasi, sanpai keuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal doktrin-doktrinnya, dia mencantumkan banyaknya wahyu MGA yang kontradiktif. Dia juga menyoroti wahyu-wahyu MGA yang sangat mendukung Inggris--yang saat itu menjajah India, soal kengototan MGA mengawini gadis 17 tahun, dan MGA yang menggunakan ucapan-ucapan berisi caci maki dalam 'wahyu-wahyunya'--termasuk saat merendahkan Nabi Isa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dia menulis bahwa menjadi penganut Ahmadiyah sangat banyak dituntut mengeluarkan uang. Mulai dari setoran bulanan sebesar enam persen penghasilan, 10-13 persen penghasilan untuk memesan kavling surga, serta sumbangan untuk kegiatan tahunan seperti jalsah salanah. Total ada sekitar 10 item sumbangan yang harus disetorkan kepada pimpinan Ahmadiyah, yang berakhir di Jemaat Ahmadiyah Pusat di London. Audah mengatakan dana itu dalam pengawasan langsung khalifah, dan tak seorang pun mengetahui dikemanakan dana-dana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pengikut&lt;br /&gt;Saat ini, pihak Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) mengklaim penganut Ahmadiyah telah mencapai 150 juta, tersebar di 120 negara. Adapun di Indonesia, jumlah penganutnya 500 ribu. Soal klaim-klaim, Audah menilainya banyak yang kebesaran. Mirza Thahir yang merupakan khalifatul masih IV, dalam wawancaranya dengan Sunday Times, Desember 1989 lalu, kata Audah, menyatakan pengikut Ahmadiyah hanya sekitar 10 juta, tersebar di 80 negara. Jumlah 10 juta itu pun dinilai Audah meragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 80 negara atau 120 negara, Audah menyatakan sebenarnya kebanyakan hanya 1-1.000 orang Ahmadiyah di setiap negara. Di Cina, bisa dihitung dengan jari. Di Mesir, hanya 30-40 orang. Di Inggris yang merupakan pusatnya, hanya 8.000-an orang. Itu pun imigran Pakistan. Negara-negara yang penganut Ahmadiyahnya besar, hanya di Pakistan, Ghana, dan Nigeria. ''Padahal, ajaran ini telah berumur hampir 100 tahun,'' kata Audah. Propaganda-propaganda lewat Muslim Television Ahmadiyyah (MTA) soal besarnya jumlah penganut Ahmadiyah, kata Audah, sebenarnya hanya menipu diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, penganut Ahmadiyah tak diketahui pasti. Yang terbesar terkonsentrasi di dua tempat, yaitu Manis Lor dan Pancor, Lombok Tengah, NTB. Di Manis Lor, Ahmadiyah yang masuk tahun 1954, kini dianut 70 persen dari 4.200 jiwa. Di NTB, jumlah mereka disinyalir hanya beberapa ribu. Di Kampus Mubarak, Parung, Bogor, yang merupakan markas pusat JAI, juga tak banyak orang Ahmadiyah. Saat Republika mengunjungi tempat itu, Ketua RT 03/04, Ismat, mengatakan hanya ada 12 kepala keluarga (KK) di RT 03. Belasan KK lainnya di RT 01. ''Tapi, rumah-rumah mereka sering kosong,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, klaim 500 ribu penganut Ahmadiyah di Indonesia memang tanda tanya besar. Seperti markas pusatnya di London, yang ditonjolkan JAI adalah jumlah cabang. Pada 2005, misalnya, JAI mengklaim memiliki 305 cabang di seluruh Indonesia. Saat datang ke Indonesia, Khalifah Mirza Tahir, juga mendatangi Manis Lor, Juni 2000 lalu. Pulang dari Indonesia, Mirza Tahir berkata kepada majalah Al Fadhl International edisi Juli 2000: ''Saya tegaskan kepada kalian bahwa Indonesia pada akhir abad baru ini, akan menjadi negara Ahmadiyah terbesar di dunia ....''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata seorang khalifah, bagi warga Ahmadiyah, tak ubahnya separuh wahyu, bahkan wahyu--karena mereka meyakini wahyu tak terputus. Tapi, yang terjadi dalam kenyataan malah sebaliknya. Warga Muslim NTB marah atas adanya penganut ajaran itu dan membuat warga Ahmadiyah terusir. Di Bogor, warga yang gerah telah menutup Kampus Mubarak. Di Manis Lor, sampai saat ini suasananya seperti bara dalam sekam. Di berbagai sudut jalan, tergantung pengumuman anti-Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaidi, ketua Remaja Masjid Al Huda, Manis Lor, mengatakan warga telah berupaya mengembalikan warga Ahmadiyah kepada Islam. ''Kami sayang kepada mereka karena mereka adalah saudara kami. Kami hanya ingin mereka kembali pada ajaran Islam yang sesungguhnya. Itu saja,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah ulama sebelumnya juga mengajak penganut Ahmadiyah untuk ruju'ilal haq atau kembali kepada kebenaran. Sebelumnya, MUI dan ormas-ormas Islam bersedia membuka pintu untuk membimbing warga Ahmadiyah. Bangsa ini memang tak membutuhkan Ahmadiyah dan Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku nabi dan memperjualbelikan kavling surga. lis/osa/run/RioL&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-7590858931073901975?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/7590858931073901975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=7590858931073901975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7590858931073901975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7590858931073901975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/islam-tak-butuh-mirza-ghulam-ahmad-2.html' title='&apos;Islam tak Butuh Mirza Ghulam Ahmad&apos; - 2'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-7748614703999338772</id><published>2008-08-25T05:37:00.000+08:00</published><updated>2008-09-25T17:01:08.028+08:00</updated><title type='text'>'Islam' tak Butuh Mirza Ghulam Ahmad -1</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Februari lalu, sebuah surat mampir ke meja Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama (Depag), Nasaruddin Umar. Pengirimnya empat negara sekaligus, di antaranya Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada. Mereka meminta Ahmadiyah tak dibubarkan. ''Suratnya ditujukan kepada Menteri Agama dan ada tembusannya ke saya,'' ungkap Nasarudin kepada Republika, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Lantas, apa yang akan dilakukan Depag? ''Itu tidak akan mempengaruhi apa-apa. Kita tak mau didikte negara lain.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat surat itu datang. Badan Koordinasi Aliran Kepercayaan (Bakorpakem) memang sedang memantau 12 poin penjelasan Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia (PB JAI) di seluruh Indonesia. Bila 12 poin tak sesuai kenyataan, Bakorpakem berjanji bertindak tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa negara lain sampai perlu melakukan intervensi? Merujuk fakta sejarah, semuanya menjadi masuk akal. Hubungan Inggris dengan Mirza Ghulam Ahmad (MGA) dan keluarganya memang mesra. 'Nabi' MGA berjasa menyerukan penghapusan jihad saat India dijajah Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan bin Mahmud Audah, mantan direktur umum Seksi Bahasa Arab Jemaat Ahmadiyah Pusat di London, menilai hubungan MGA dan Inggris tak ubahnya hubungan seorang pelayan kepada majikannya. Bukan semata hubungan terima kasih seorang Muslim pada orang yang berjasa padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Ruhani Khazain hlm 36, MGA menyatakan: ''Tidak samar lagi, atas pemerintah yang diberkahi ini (Britania), saya termasuk dari pelayannya, para penasihatnya, dan para pendoa bagi kebaikannya dari dahulu, dan di setiap waktu aku datang kepadanya dengan hati yang tulus.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Ruhain Khazain hlm 155, MGA menulis: ''Sungguh aku telah menghabiskan kebanyakan umurku dalam mengokohkan dan membantu pemerintahan Inggris. Dan dalam mencegah jihad dan wajib taat kepada pemerintah (Inggris), aku telah mengarang buku-buku, pengumuman-pengumuman, dan brosur-brosur yang apabila dikumpulkan tentu akan memenuhi 50 lemari.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok pula Ruhani Khazain hlm 28: ''Sungguh telah dibatalkan pada hari ini hukum jihad dengan pedang. Maka tidak ada jihad setelah hari ini. Barang siapa mengangkat senjata kepada orang-orang kafir, maka dia telah menentang Rasulullah... sesungguhnya saya ini adalah Al Masih yang ditunggu-tunggu. Tidak ada jihad dengan senjata setelah kedatanganku ini.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MGA yang mengaku nabi, rasul, almaasih, almahdi, brahman avatar, krishna, dan titisan nabi-nabi, teryata tunduk belaka di hadapan Ratu Victoria. Audah dalam bukunya Ahmadiyah; Kepercayaan-kepercayaan dan Pengalaman-pengalaman : ''Perbuatan tidak bermalu Mirza Ghulam 'sang nabi' merendahkan diri depan Ratu Victoria... tak bisa saya terima, bahkan saat saya masih sebagai seorang Ahmadi sejati.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengabdian pada Inggris itu sudah dilakukan leluhur MGA sejak tahun 1830-an. Saat itu, India yang masih dikuasai Muslim, menghadapi dua kekuatan: Inggris dan kaum Sikh. Dalam perang sabil menghadapi kedua kekuatan itu, keluarga Mirza memihak kaum Sikh dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta tersebut diungkap Bashiruddin Mahmud Ahmad, anak MGA yang juga khalifatul masih II dalam bukunya, Riwayat Hidup Mirza Ghulam Ahmad. Leluhur MGA merupakan pemimpin tentara yang membantu Maharaja Ranjit Singh, Jenderal Nicholson, dan Jenderal Ventura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya, Bashiruddin tak menjelaskan konteks pemberian bantuan itu. Dia mengungkapkannya layaknya sebuah kehormatan besar bagi keluarganya. Namun fakta sejarah memang tak bisa ditutupi, betapa yang diserang Ranjit Sing, Nicholson, dan Ventura, adalah umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Keuntungan yang utama bagi Inggris karena munculnya Almasih dan Imam Mahdi itu adalah timbulnya perpecahan di kalangan ummat Islam yang tidak bisa dielakkan lagi,'' demikian kesimpulan Abdullah Hasan Alhadar dalam bukunya Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat masalah pertentangan soal Ahmadiyah mencapai puncaknya di Pakistan dan konstitusi negara itu akhirnya mencantumkan bahwa penganut Ahmadiyah merupakan non-Muslim, terjadilah ketegangan. Buntutnya, kekhalifahan Ahmadiyah yang mirip 'dinasti' itu hengkang dari Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1985, kekhalifahan tersebut berkedudukan di London, Inggris. Di sana, sejak tahun 1994, Ahmadiyah memiliki sebuah corong untuk menyebarkan ajarannya, yaitu Muslim Television Ahmadiyyah (MTA). Perlu dana luar biasa besar untuk melakukan siaran empat bahasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Audah yang merupakan mantan orang dalam di markas pusat Ahmadiyah, berkomentar tak mungkin televisi itu dijalankan dengan biaya dari sumbangan orang-orang Ahmadiyah. ''Kami tidak mendapat informasi akurat mengenai identitas orang yang memberi dana proyek itu.'' osa/run/RioL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : swaramuslim.net&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-7748614703999338772?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/7748614703999338772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=7748614703999338772' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7748614703999338772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7748614703999338772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/islam-tak-butuh-mirza-ghulam-ahmad-1.html' title='&apos;Islam&apos; tak Butuh Mirza Ghulam Ahmad -1'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-9030807528669749360</id><published>2008-08-24T05:37:00.000+08:00</published><updated>2008-09-25T16:59:55.100+08:00</updated><title type='text'>Ahmadiyah Sesat: Sudah Takdir dan Biarkan Saja?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sepintas memang bisa saja seseorang berpikiran fatalis seperti itu. Dalam logika yang terlalu sempit, karena Allah sudah menyesatkan orang itu, ya sudah, kenapa kita harus pusing-pusing untuk mengajaknya kembali kepada hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketahuilah bahwa ayat ini sama sekali tidak bertujuan untuk melahirkan cara berpikir demikian. Sebab cara berpikir demikian justru merupakan akidah sesat yang diperangi agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu, pola pikir fatalis seperti ini dikembangkan oleh aliran sesat Jabariyah. Dan Jabariyah itu juga divonis sesat oleh para ulama lantaran Allah SWT mengharamkan kita menjadi fatalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesatnya Ahmadiyah Bukan Semata Kehendak Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pemikiran sesat yang bisa kita sebutkan adalah bahwa kesesatan Ahmadiyah dianggap semata-mata kehendak Allah. Pemikiran ini keliru dan menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab Allah SWT sudah menetapkan bahwa tidak ada nabi setelah Muhammad. Tiba-tiba si Ahmadiyah bilang ada nabi sesudahnya. Ini jelas sesat dan menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa Ahmadiyah bisa sampai kepada pemikiran ajaib seperti itu? Apakah ini kesalahan Allah? Ataukah ini justru kehendak setan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah ini sebenarnya Allah SWT memberi kebebasan untuk memilih, mau ikut aturan-Nya atau aturan buatan iblis, semua terserah kepada si Ahmadiyah. Dan ternyata Ahmadiyah ikut ajakan iblis. Makanya kemudian kesesatan Ahmadiyah bukan semata kehendak Allah, tetapi kehendak setan, biak yang berbentuk manusia atau pun yang berbentuk jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan agaknya, setan yang berbentuk manusia justru yang lebih serius saat ini. Bahkan panas badannya kalau ada umat Islam yang ingin meruntuhkan Ahmadiyah. Sebab setan-setan seniornya di luar negeri sudah mengancam akan melecehkannya kalau tidak berhasil mengalahkan umat Islam dan menyudutkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan aparat penegak hukum dan keamanan pun tidak lepas dari ajakan setan untuk ikut membela-bela Ahmadiyah. Mata mereka gelap tidak bisa bedakan mana hak mana batil. Yang terbayang di benak mereka hanya uang, uang dan uang. Takut dicopot dari jabatan dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga memutar-balik fakta, menginjak-injak nurani, serta makan duit haram pun sudah menjadi satu-satunya pilihan. Rupanya setan telah menguasai dari depan, belakang, samping kanan dan kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya (setan) akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan men-dapati kebanyakan mereka bersyukur. (QS. Al-A'raf: 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban Berdakwah dan Mencegah Kemunkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendiamkan kemunkaran adalah perbuatan munkar. Ketika ada orang yang sesat lalu menyebarkan paham yang sesat, maka saat kita mendiamkan saja, kita pun juga ikut sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sesat dan berakidah menyimpang adalah justru merupakan perbuatan munkar dan sekaligus haram. Karena Allah SWT justru memerintahkan kita untuk mencegah kemunkaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan mendiamkan saja sebuah kemunkaran terjadi dengan dalih sudah takdir, atau sudah merupakan kehendak Allah SWT juga, adalah tindakan yang kurang tepat alias keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya kalau memang demikian, lantas buat apa Allah SWT mengutus para nabi dan rasul? Bahkan jumlah mereka sampai ratusan ribu jumlahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau memang semua mau diserahkan kepada kehendak Allah, lantas buat apa Dia menurunkan serangkaian kitab suci kepada para nabi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan buat apa pula kita diperintahkan untuk berdakwah, beramar makruf dan nahi munkar? Buat apa Allah SWT memerintahkan kita berjihad di jalan-Nya dengan mengorbankan harta dan jiwa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kalau Alllah SWT menghendaki, semua akan mendapat hidayah dan masuk surga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau memang demikian, buat apa Allah repot-repot menciptakan dunia ini? Kenapa Allah SWT tidak menciptakan saja makhluk yang semuanya taat tunduk dan patuh kepada-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya sederhana saja. Di situlah letak titik bahwa Allah SWT itu adalah tuhan. Dia bukan manusia yang bisa dipertanyakan mengapa melakukan ini dan mengapa melakukan itu. Sebaliknya, Dia Maha Berkehendak dan Maha Menetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kehendak dan ketetapannya adalah bahwa Dia ingin menciptakan salah satu makhluq yang aneh, unik dan menarik. Bagaimana tidak, biasanya dan sudah sejak azali Allah SWT itu menciptakan makhluk yang taat tunduk patuh. Dan entah berapa lamanya kejadian itu hingga suatu ketika Dia berkehendak untuk menciptakan satu jenis makhluk yang sediit diberi kebebasan, lalu diberi syariat tapi juga diberi hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jalinan ketiganya itu, lantas dipentaskanlah panggung kehidupan buat manusia. Dan ini amat menarik, karena Allah SWT memberikan kesempatan kepada manusia untuk menjadi pemeran utamanya. Dan kitai ini, sebagai manusia, telah ditetapkan untuk bisa menjadi makhluk pembangkang sekaligus juga punya kesempatan untuk menjadi makhluk yang menuruti perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan itu tidak diberikan kepada sembarang makhluk, kecuali hanya manusia. Dan manusia -kita ini- mendapat kehormatan dari Allah untuk melakoni kehidupan yang punya dua pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tinggal pilih untuk taat atau tidak taat. Dan lebih menarik lagi, bila ketaatan itu kita jadikan sebagai pilihan, salah satu bentuk ketaatan itu adalah berdakwah, mengajak kepada kebaikan, serta mencegah kepada kesesatan dan penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pilihan kita memang ditangan kita, mau diam saja melihat kemungkaran, silahkan, berarti juga bersekutu dengan kemungkaran itu sendiri. Atau mau ikut berupaya menghentikan kemunkaran itu, berarti kita dalam ketaatan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja orang yang melakukan kemunkaran atau ikut bersekutu dengan kemunkaran, punya tempat di neraka. Itu konsekuensinya. Sebaliknya, orang yang taat dan mencegah kemunkaran, tempatnya di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi anda tinggal pilih, mau masuk surga atau masuk neraka. Mendiamkan Ahmadiyah hidup dan menyebarkan paham sesatnya berarti kita akan masuk neraka bersama Ahmadiyah. Sebaliknya, mencegah Ahmadiyah, menyadarkan mereka, mengembalikan mereka ke jalan yang benar, kembali ke jalan Islam, berarti kita pilih surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih, surga atau neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc -- eramuslim&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-9030807528669749360?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/9030807528669749360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=9030807528669749360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/9030807528669749360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/9030807528669749360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/ahmadiyah-sesat-sudah-takdir-dan.html' title='Ahmadiyah Sesat: Sudah Takdir dan Biarkan Saja?'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-7901914740046818040</id><published>2008-08-23T05:37:00.000+08:00</published><updated>2008-09-25T16:42:17.086+08:00</updated><title type='text'>Shalat di Mushalla Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Karena para ulama sudah sepakat bahwa Ahmadiyah itu bukan Islam, maka secara otomatis agama mereka juga bukan agama Islam. Apalagi setelah ke-12 poin yang dijadikan syarat telah dilanggar secara terang-terangan. Maka seharusnya sudah tidak ada lagi alasan untuk mengatakan bahwa Ahmadiyah masih termasuk bagian dari agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau agama Ahmadiyah bukan termasuk agama Islam, dan para pemeluk agama Ahmadiyah juga bukan pemeluk agama Islam, maka sebenarnya muamalah kita dengan kalangan Ahmadiyah adalah muamalah dengan non muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan konsekuensinya, tempat ibadah mereka juga dikatakan bukan tempat ibadah agama Islam. Statusnya seperti tempat ibadah agama lain, seperti kuli, gereja, kelenteng, biara, vihara, sinagog dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kiyai Chalil Ridwan yang menyatakan bahwa kalau pemerintah Indonesia tidak melarang Ahmadiyah, maka pemerintah akan berdosa. Sebab pemerintah secara tidak langsung telah merusak kesucian tanah haram di Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya Amadiyah yang terhitung sebagai non muslim tidak boleh masuk ke tanah haram itu. Karena pemerintah Indonesia sampai hari ini belum menyatakan kekafiran Ahmadiyah, maka selama itu pula pemerintah membiarkan orang kafir masuk menerobos masuk wilayah haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Masuk ke Tempat Ibadah Agama Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau tempat ibadah itu gereja atau tempat ibadah khas agama lain, para ulama banyak yang mengharamkan kita untuk memasukinya. Terutama pada saat mereka sedang merayakan hari agama mereka adalah haram. Keharaman ini berangkat dari perkataan shahabat Umar bin Al-Khattab ra:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah kalian memasuki tempat ibadah orang kafir pada saat mereka sedang merayakan hari agama mereka, karena kemarahan Allah akan turun kepada mereka." (Silahkan lihat kitab Al-Adab Asy-Syar'iyyah jilid 3 halaman 442).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah, memang tidak mengharamkan, namun mereka menyatakan bahwa makruh hukumnya seorang muslim memasuki gereja atau tempat ibadah orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab tempat tersebut merupakan tempat berkumpulnya syetan, bukan karena seorang muslim tidak punya hak untuk memasukinya. Keterangan ini bisa kita dapati pada kitab Hasyiyah Ibnu 'Abidin jilid 5 halaman 248.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak semua ulama mengharamkan kita masuk ke tempat ibadah agama lain. Para ulama di kalangan mazhab Malikiyah dan Hanabilah serta sebagian ulama Syafi'iyah berpendapat bahwa seorang muslim diperbolehkan memasuki gereja atau tempat ibadah orang kafir lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada yang mensyaratkan harus ada izin dari mereka yang menggunakan tempat tersebut. Keterangan seperti ini bisa kita baca pada kitab Kasyful Qana' jilid 1 halaman 294 serta kitab Hasyiyatul Jamal jilid 3 halaman 572.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Ahmadiyah = Gereja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyannya sekarang, bisakah secara hukum masjid milik agama Ahmadiyah disamakan dengan gereja dan tempat ibadah agama lain? Ataukah masjid itu mereka tetap masjid sebagaimana masjidnya umat Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah ini tetap akan menjadi perdebatan yang tidak ada habisnya di tengah para ulama, karena khusus buat Indonesia, pemerintah masih ragu-ragu untuk mengeluarkan ketetapan bahwa Ahmadiyah bukan bagian dari agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ketuk palu bahwa Ahmadiyah itu bagian dari agama Islam atau bukan, memang ada di tangan pemerintah. Itulah gunanya penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara Ahmadiyah ini memang perkara yang pelik. Sebab terjadi tarik menarik antara para pendukungnya, termasuk juga sekutunya dengan mayoritas umat Islam di dunia. Di tambah lagi keragu-raguan penguasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa negara, sebenarnya Ahmadiyah ini sudah divonis bukan bagian dari Islam. Termasuk di Pakistan, tempat lahirnya gerakan sesat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pemerintah telah menetapkan secara resmi bahwa Ahmadiyah resmi bukan agama Islam, maka mendudukkan perkaranya mudah. Tapi kalau pemerintahnya plin-plan tidak jelas judulnya, maka yang bingung para ahli syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Menjadi Makmum Orang Kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah ada ketetapan hukum bahwa Ahmadiyah adalah agama tersendiri di luar agama Islam, tentu saja mereka itu sudah jelas status kekafirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentunya sebagai muslim, kita tidak boleh berimam kepada orang kafir. Sebab shalat mereka tentunya juga tidak sah. Maka shalat di belakang orang Ahmadiyah adalah shalat yang tidak sah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal di Indonesia saja yang pemerintahnya masih mengunggu 'isyarat' dari para kolonalis. Kalau mereka menggelengkan kepala, tentu saja pemerintah kita tidak akan berani melarang Ahmadiyah. Kalau mereka mengangguk, barulah berani melarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentalitas penguasa kita memang masih tidak ada bedanya dengan para penguasa yang diangkat oleh penjajah Belanda dahulu. Kemerdekaan yang diproklamasikan sejak 17 Agustus 1945, masih banyak yang terasa semu di sana sini. Termasuk di antaranya kemerdekaan untuk beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau penguasa yang nota bene beragama Islam, tidak berani menggunakan wewenangnya untuk melarang Ahmadiyah, atau setidaknya menyatakan bahwa Ahmadiyah bukan bagian dari agama Islam, maka semakin jelas saja bahwa negara kita ini adalah negara yang masih terjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya mentalitas para penguasa di negeri kita masih mentalitas orang terjajah. Yah, kita memang mungkin masih harus punya permakluman yang besar. Sebab ternyata kita memang dijajah lebih dari 350 tahun. Penjajahan sejak 14 generasi di atas kakek kita adalah penjajahan yang teramat panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga imbasnya masih terasa sampai sekarang. Ketidak-mandirian, ketidak-berdayaan, ketakutan yang akut, keragu-raguan, semua menjadi satu, berkecamuk di dalam batin para penentu kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal apa susahnya mengatakan bahwa Ahmadiyah itu bukan bagian dari Islam? Apalagi para ulama sedunia sudah sepakat berijma' tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa susahnya melarang sebuah gerakan sesat yang juga di berbagai negara Islam yang lain sudah dilarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah negara kita masih menjadi pengabdi para orientalis barat yang memang selalu bikin resah? Apakah kita takut dibilang pelanggar HAM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc -- eramuslim &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-7901914740046818040?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/7901914740046818040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=7901914740046818040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7901914740046818040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7901914740046818040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/shalat-di-mushalla-ahmadiyah.html' title='Shalat di Mushalla Ahmadiyah'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-7962471800094309625</id><published>2008-08-22T05:37:00.000+08:00</published><updated>2008-09-25T16:41:37.035+08:00</updated><title type='text'>Kekuatan Asing di Belakang Ahmadiyah?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sejak awal mula sejarah berdiri Ahmadiyah, keterlibatan pihak asing sudah sangat kentara. Penjajah Inggris memang telah memberikan dukungan sepenuhnya kepada gerakan ini di India, serta rela memberikan dana yang tidak terbatas demi tegaknya dakwah Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seluruh ulama di dunia telah bersepakat untuk menyebut bahwa Ahmadiyah bukan bagian dari agama Islam, karena prinsip dasarnya bertentangan dengan akidah Islam. Yang utama karena menjadikan Mirza sebagai nabi dan menerima wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Ahmadiyah sangat bermanfaat buat penjajah Inggris saat itu, sebab Ahmadiyah akan membuat jihad dan perlawanan umat Islam terhadap Inggris akan mengendor. Dengan keberadaan Ahmadiyah, penjajah tidak perlu lagi capek-capek menghadapi rakyat, biar saja rakyat dilawan oleh rakyat juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris cukup mengadu domba sesama bangsa India, sambil memberikan dukungan penuh kepada aliran sesat Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam buku Tabligh-i-risalat, vol. VII halaman 17, Mirza menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku yakin bahwa setelah pengikut-pengikutku bertambah, maka mereka yang percaya pada doktrin jihad akan makin berkurang. Oleh karena menerima aku sebagai Messiah dan Mahdi maka sekaligus berarti taat pada perintahku, yaitu dilarang berjihad terhadap Inggris. Bahkan wajib atas mereka berterima-kasih dan berbakti pada kerajaan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sejak awal Ahmadiyah memang alat yang digunakan oleh penjajah Inggris untuk meredam jihad dan perlawanan umat Islam India. Maka kalau sekarang ini Ahmadiyah terkesan dibackingi oleh negara-negara besar, rasanya memang ada benang merahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab buat apa lagi pemerintah merasa takut untuk melarang gerakan Ahmadiyah, kalau bukan karena takut tekanan pihak asing. Pemerintah SBY sekarang ini sudah didukung oleh semua ulama, bahkan Badan Pengawasan Aliran Kepercayaan pun sudah menetapkan bahwa Ahmadiyah itu sesat. Bola sekarang berada di tangan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya, apa sih susahnya mengeluarkan pengumuman sesatnya Ahmadiyah? Kenapa sebegitu loyo pemerintah untuk melindungi akidah bangsa ini dari paham sesat Ahmadiyah? Jangan-jangan ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kalau kita kaitkan dengan keterlibatan penjajah Inggris saat mendirikan Ahmadiyah di India dahulu, rasanya tidak aneh kalau keberadaan Ahmadiyah ini memang didukung oleh kekuatan asing, yang membuat pemerintah kita kelihataan jadi aras-arasan, takut melarang, atau berlagak pilon, atau entah kenapa, yang jelas sikap pemerintah yang plin-plan itu sangat menunjukkan bahwa ada tekanan international dari luar. Entah siapa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat Negara Asing Menekan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan logika yang kami sebutkan di atas ternyata terbukti. Statemen dari pak Nasarudiin Umar yang menjawab sebagai Dirjen Bimas Islam Departemen Agama secara tegas telah membenarkan teori itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang ada empat negara yang mengimbau agar Ahmadiyah tak dibubarkan. Yaitu dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan satu lagi saya lupa. Suratnya ditujukan ke Menteri Agama dan ada tembusannya ke saya." begitu ujar beliau beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diungkapkan oleh pak Nasarudin ini sebuah pernyataan jelas dan tanpa malu-malu. Dan semua ini menjelaskan dengan mudah, mengapa sampai hari ini pemerintah masih 'sakit gigi' untuk melarang Ahmadiyah secara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pak Nanasrudin mengatakan bahwa pemerintah tidak terpengaruh dengan tekanan itu, namun yang namanya ancaman tetap saja ada dampak psikologisnya. Semakin lama pemerintah bersikap plin-plan, maka semakin membutikan bahwa tekan asing itu memang ada dan berjalan dengan sangat efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Nasarudin kemudian dikuatka oleh ketua MPR-RI, Dr Hidayat Nur Wahid, MA. Dalam salah satu kesempatan beliau mengatakan bahwa manuver beragam yang dilakukan oleh pihak tertentu yang menggangap pembubaran Ahmadiyah sebagai pelangaran HAM dalam beragama perlu dicurigai, karena dikhawatikan itu salah satu cara-cara yang dilakukan pihak asing untuk merusak kedaulatan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang kita khawatirkan itu cara pihak asing untuk melakukan intervensi terhadap kedaulatan Indonesia, melalui pendanaan kepada LSM yang vokal terhadap isu HAM, "ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Wajib Melindungi Umat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seharusnya pemerintah memikirkan nasib 200 juta umat Islam di negeri ini yang agamanya dirusak, diobok-obok, dihina dan dilecehkan oleh kekuatan asing yang anti Islam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jangan-jangan, memang ditunda-tundanya pelarangan itu disengaja untuk memancing terjadinya tindak anarkhi berikutnya. Tujuannya agar stigma bahwa di Indonesia ada Islam ekstrem semakin laku didagangkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan di dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirza Ghulam Ahmad: Tipikal Kaki Tangan Penjajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Mira Ghulam Ahmad ternyata tipikal seorang yang menjilat kepada pemerintah penjajah Inggris. Kita bisa membuktikan dari tulisan-tulisannya yang menunjukkan kesetiaan, ketundukan serta penyerahan diri totalnya kepada sang penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dunia tahu bahwa Inggris tidak lain hanyalah penjajah, yang datang ke India untuk merampas negeri, mengangkangi sekian banyak asset-asset negeri itu, melebarkan kekuasaan serta menjadikan kemuliaan penduduk India menjadi kehinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seorang Mirza malah berpihak kepada penjajah dan tega mengkhianati saudara sebangsanya sendiri. Dia adalah seorang kaki tangan penjajah, yang merelakan dirinya dijadikan alat untuk merobohkan kemuliaan bangsa India. Dalam beberapa bukunya, kita bisa melihat bagaimana sesungguhnya sikapnya kepada Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar perjalanan hidupku ialah mendukung dan membela pemerintah Inggris... Saya selalu menganjurkan agar setiap Muslim haruslah menjadi pengabdi pada pemerintah ini, dan sanubari mereka janganlah ada sedikitpun niat meniru-niru perbuatan menumpah- numpahkan darah oleh Imam Mahdi atau Messiah yang begitu fanatik memberi ajaran-ajaran bodoh dan sempit." (Lihat Tiryacal-Qulub halaman 15 blirza)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain tulisan, dia juga mengatakan bahwa bangsa India seharusnya berterima kasih kepada penjajah Inggris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya tidak menyempurnakan hak atau tidak berterima kasih kamu pada Inggris berarti tidak menyempurnakan hak atau tidak berterima-kasih kamu kepada ALLAH." (Lihat At-Tabligh halaman 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebaiknya pemerintah kita ini segara sadar dan tahu diri, tidak ada gunanya selalu mengikuti kemauan asing. Kenapa sih tidak sekali-sekali mandiri dan punya harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mau hanya dijadikan hewan sirkus yang ditabuhi genderang, lalu berjoget mengikuti irama buatan penjajah. Kita sudah merdeka sejak tahun 1945, tapi kenapa mental terjajahnya masih saja melekat. Apakah karena kita terlalu lama dijajah Belanda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc -- eramuslim&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-7962471800094309625?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/7962471800094309625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=7962471800094309625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7962471800094309625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7962471800094309625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/kekuatan-asing-di-belakang-ahmadiyah.html' title='Kekuatan Asing di Belakang Ahmadiyah?'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-5563328381550126194</id><published>2008-08-21T05:37:00.001+08:00</published><updated>2008-09-25T16:40:49.082+08:00</updated><title type='text'>Haramkah Menikah dengan Orang Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Yang secara jelas diharamkan adalah perkawinan antara seorang muslim dengan seorang non muslim. Pernikahan antar agama secara umum disepakati oleh para ulama atas keharamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan satu pengecualian, yaitu laki-laki muslim dibenarkan untuk menikahi wanita ahli kitab. Bab tentang masalah ini sudah seringkali kami bahas dalam rubrik ini. Silahkan lakukan penelusuran sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal masalahnya adalah: apakah seorang yang ikut aliran sesat semacam Ahmadiyah itu termasuk muslim atau kafir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dianggap masih muslim, tentu secara hukum syariah, tidak ada masalah untuk menikah dengan mereka. Tapi kalau dianggap sebagai non muslim, maka jelas sekali hukumnya haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi titik pangkal permasalahannya ada pada status keIslaman mereka. Apakah para pengikut aliran sesat Ahmadiyah ini masih bisa dibilang muslim ataukah sudah sah dibilang kafir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vonis Kafir Wewenang Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja masalah ini tidak bisa diselesaikan lewat opini, atauungkapan secara lisan dari tokoh tertentu.Sesuai prosedurnya, vonis kafir itu baru akan berlaku manakala ada sebuah institusiresmi, dalam hal ini negara, yang menjatuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fungsi sebuah negara dalam sistem hukum syariah adalahmenetapkan kekafiran seseorang atau suatu aliran. Itulah yang dahulu dilakukanoleh Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu dalam kapasitasnya sebagai khalifah kepada para pembangkang syariah zakat. Vonis murtad beliau keluarkan atas nama negara, dan pasukan pembasmi kemurtadan beliau kirim menuju wilayah-wilayah yang penduduknya tidak mau bayar zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira kalau kita bandingkan dengan negara di zaman sekarang ini adalah bahwa seorang kepala negara punya wewenang untuk menetapkan perang dengan negara lain. Hak itu ada pada dirinya sebagai eksekutif yang kerjanya memang mengeksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sebagai warga negara biasa, tidak ada seorang pun yang berhak memaklumatkan perang dengan negara lain secara sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka memaklumatkan kekafiran seseorang atau suatu aliran, juga harus dilakukan oleh seorang kepala negara. Seharusnya yang terjadi untuk kasus Ahmadiyah ini Kepala negara secara sah menetapkan bahwa aliran Ahmadiyah adalah kafir dan tidak berhak mengaku sebagai bagian dari umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya keputusan seorang kepala negara tidak tiba-tiba diteken begitu saja. Harus ada klarifikasi, persidangan dan juga dialog. Persis yang dahulu dilakukan oleh para wali ketika memimpin umat di pulau Jawa ini. Ketika ada oknum yang mengajarkan aliran sesat, di mana dirinya mengaku telah menyatu dengan Allah (wihdatul wujud), maka biang kerok penyebar ajaran sesat itu dipanggil, dimintai keterangan, diadili dan dijelaskan letak point-point kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kepadanya diminta untuk mengubah paham sesatnya itu, karena telah mengaku menjadi Allah. Sebuah aliran yang sesatnya tidak tanggung-tanggung. Biasanya orang sekedar mengaku jadi nabi, tapi yang satu ini malah mengaku jadi Allah, gile bener!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika tokoh central aliran sesat itu tetap ngeyel dan tidak mau mengubah pendirian kafirnya itu, para wali bermusyawarah dan menetapkan bahwa orang itu sesat dan hukumnya telah keluar dari agama Islam. Maka atas nama negara, orang itu telah ditetapkan sebagai orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;250 Aliran Sesat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, menurut sebuah penelitan telah ada 250 aliran sesat di negeri kita, terhitung sejak tahun 1980. Tidak ada satu pun yang pernah diproses untuk diteliti, apalagi diadili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua aliran sesat itu dibiarkan hidup tumbuh subur oleh semua kepala negara yang pernah menjabat sebagai RI-1 di negeri ini. Bahkan RI-1 tidak pernah melimpahkan wewenangnya kepada menteri Agama atau pejabat lainnya, yang pada dasarnya hal itu wajib dilakukan. Apalagi Majelis Ulama Indonesia, meski dianggap mewakili aspirasi ulama, tapi sebenarnya kedudukan MUI di dalam sturktur negara ini tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti sebuah fatwa kafir tidak cukup bila hanya dikeluarkan oleh lembaga dengan level pengakuan seperti Majelis Ulama Indonesia itu. Artinya, seharusnya ada SK atau wewenang lebih yang diberikan oleh RI-1 kepada lembaga ini, yang intinya memberikan kewenangan untuk menjatuhkan vonis kafir dan hal itu terkait dengan keputusan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya pasti sudah bisa anda tebak dan amat klasik, yaitu negara kita ini bukan negara Islam, tapi juga bukan negara sekuler. Nah, balik lagi kitake bentuknegara kita terkenal sebagai negara yang 'bukan-bukan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dengan 200 juta penduduknya muslim, sebuah negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia, masih malu-malu (atau tidak mau) untuk sekedar melindungi umat Islam dari serbuan aliran sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu pun yang divonis kafir oleh negara ini atau instansi yang diberi wewenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan strukturnya, dibandingkan MUI, sebenarnya yang kelihatannya punya hak lebih besar untuk urusan ini adalah Pengadilan Agama. Buktinya, kalau ada wanita tidak punya wali, maka walinya adalah pemerintah (sultan). Maka secara alur hukum, yang ditunjuk untuk bertindak dalam hal ini adalah para Ketua Pengadilan Agama, atas nama pemerintah dan dilakukan secara sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi meski Pengadilan Agama terdapat di tiap kabupaten, sayangnya wewenang yang diberikan cuma buat mengurus nikah, talak, rujuk, bagi waris dan tanah wakaf. Pengadilan Agama di negeri kita bagai anak yatim yang dianak-tirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaannya konon sekedar buat iming-iming kepada umat Islam, biar tidak pada berontak untuk mendirikan sendirinegara Islam. Maka berharap terlalu jauh dari Pengadilan Agama, memang boleh dibilang masih merupakan mimpi di siang bolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggembosan Pengadilan Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena Pengadilan Agama hanya sekedar kompensasi penguasa orde baru (juga orde lama) kepada umat Islam yang takut berontak, maka sepanjang perjalanannya kita menyaksikan berbagai 'penggembosan' ke dalam tubuh Pengadilan Agama itu sendiri. Dan proses ini sudah berlangsung puluhan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya yang paling mencolok di masa orde baru adalah memasang hakim atau petugas Pengadilan Agama yang bukan merupakan ulama ahli syariah. Bagi penguasa saaat itu, hal itumudah saja dilakukan, karena semua hakim harus pegawai negeri. Kata kiyai depan rumah kami, jadi hakim agama harus berijazah dari IAIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara lulusan dari Al-Azhar, Madinah, Riyadh dan negara timur tengah lainnya, selama berpuluh tahun ijazahnya tidak pernah diakui oleh Depag. Maka para ulama lulusan timur tengah hanya membuka pesantren atau madrasah, paling jauh sekedar ceramah dan bukan majelis taklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka 'diboikot' untuk tidak masuk ke wilayah pemerintahan dan birokrasi. Akibatnya, yang jadi hakim hanyalah orang yang sekedar lulus S-1 IAIN, bukan ulama dalam arti sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat kontras dan berbeda 180 derajat dengan yang terjadi di Malaysia. Selain jumlah mahasiswa mereka di Al-Azhar mencapai 10.000 orang (Indonesia cuma 3.000-an), para alumninya begitu kembali ke negerinya, langsung diterima menjadi pegawai negeri, jadi dosen negeri hingga jadi hakim agama. Menariknya, mereka bergaji tinggi dan terbuka peluang karir hingga ke tingkat penentu kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Kompilasi = Penggembosan Dari Dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk kasus penggembosan dari dalam adalah serbuan Kompilasi Hukum Islam yang mencampur-adukkan hukum syariah dengan hukum sekuler ala barat, plus bumbu hukum adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kelihatan sekilas merupakan pengakuan atas hukum Islam, tetapi ternyata yang terjadi justru sebaliknya, justru hukum Islamnya malah dipreteli dan dipermak sedemikian rupa, bak celana jeans belel. Hasilnya adalah hukum Islam jadi-jadian ala zombie, manusia bukan hantu pun bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hukum syariah diobrak-abrik oleh tangan-tangan jahil nan jahat itu, ternyata kita sebagai umat Islam diam saja. Bengong dan santai-santai saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selidik punya selidik, ternyata penyebabnya bukan apa-apa. Ternyata umat Islam pun memang tidak pernah tahu syariat Islam. Maka mereka anteng-anteng saja ketika syariah Islam diotopsi seperti mayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vonis Kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah semula, urusan vonis kafir kepada aliran sesat di Indonesia memang tidak bisa kita harapkan datang dari pemerintah atau instansi yang berwenang. Sementara sebagai rakyat, kita pun tidak punya wewenang untuk memvonis kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang bisa dilakukan hanyalah sekedar mengeluarkan anjuran untuk tidak menikah dengan para pembela aliran sesat. Namanya anjuran, ya sekedar anjuran, himbauan, ajakan dan sebutlah apa namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak ada kekuatan hukumnya dan kita belum sah untuk mengatakan bahwa aliran sesat itu kafir dalam arti yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktikan saja secara sederhana. Misalnya ada yang meninggal dari anggota aliran sesat itu, bisakah kita larang untuk tidak dikuburkan di pekuburan muslim? Lalu mau dikuburkan di mana? Di pinggir kali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hallo DPR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, sebagai pe-er besar umat, status hukum Islam harus ditegaskan di dalam format negara ini. Dan itu seharunya jadi pe-er teman-teman kita yang duduk di DPR. Keberadaan mereka di lembaga itu tidak lain kecuali untuk memperjuangkan sampai diakuinya syariat Islam dalam format resmi negara secara porsi yang lebih besar. Dan karena tujuan itulah kemarin mereka kita pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak ada salahnya kalau kita minta progress reportnya. Namanya juga wakil kita, sudah kita pilih dan kita beri kepercayaan, tidak salah kalau kita minta laporan hasil perjuangannya. Sampai mana nih ya akhi, hasil perjuangan anda? Bertanya begitu kan tidak salah, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, mari kita silaturrahim dan berdialog. Kami yakin umat ini harus bagi-bagi tugas dan saling sinergi, bukan saling hasad, dengki atau iri hati. Apalagi sampai harus saling hujat dan bikin front. Bukan berjuang, malah kita berantem dengan teman sendiri. Ironis juga ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc -- eramuslim&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-5563328381550126194?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/5563328381550126194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=5563328381550126194' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/5563328381550126194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/5563328381550126194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/haramkah-menikah-dengan-orang-ahmadiyah.html' title='Haramkah Menikah dengan Orang Ahmadiyah'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237699276709063872.post-7799595197121311920</id><published>2008-08-20T05:37:00.000+08:00</published><updated>2008-09-25T16:37:09.511+08:00</updated><title type='text'>Islam Vs Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ahmadiyah dianggap sesat bukan hanya oleh MUI saja, tapi oleh semua negeri Islam. Bahkan sebenarnyasudah dianggap bukan bagian dari agama Islam oleh 1, 5 milyar umat Islam sedunia. Sebab umat Islam sedunia tidak mau agamanya dirusak oleh kelompok sesat buatan oleh agen Inggris itu. Tidak ada satu pun mufti atau ulama di dunia kecuali jelas dan tegas menyebutkan bahwa Ahmadiyah bukan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam agama Islam, bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir adalah harga mati. Keluar dari keyakinan itu berarti bukan ISlam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknyabagi agama Ahmadiyah, bahwa Mirza adalah nabi juga harga mati. Bukan Ahmadiyah kalau tidak mengakui Mirza sebagai nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Islam dan Ahmadiyah memang dua buah agama yang sejak dari dasarnya sudah berlainan. Karena secara aqidah dasar, doktrin keduanya memang tidak bisa bertemu selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada ceritanya agama Kristen mengakuiMuhammad SAW sebagai nabi. Kalau sampai mengakui kenabian Muhammad SAW, tentu sudah bukan Kristen lagi, bukan? Nah demikian juga dengan agama Islam, tidak ada ceritanya mengakui Mirza sebagai nabi. Kalau sampai ada orang Islam mengakui Mirza sebagai nabi, jelas dan pasti dia telah keluar dari agama Islam. Sederhana saja masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Masalah = Mengaku-ngaku sebagai Agama Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi penyakit adalah agama Ahmadiyah ini tidak percaya diri untuk hidup mandiri. Dengan aqidah yang berbeda itu, masih saja mengaku-ngaku sebagai agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seandainya agama Ahmadiyah secara gentle mengakui bahwa mereka memang terpisahdari agama Islam, tidak mengaku-ngaku sebagai bagian dari agama Islam, masalahnya sudah selesai. Yang membuat masalahnya tidak selesai-selesai sampai sekarang adalah para pemuka kelompok itu masih saja beranggapan ajaran mereka sebagai bagian dari agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini lucu sekaligus aneh. Islam adalah agama yang tidak mengakui kenabian setelah Muhammad. Kalau mengakui ada nabi setelah Muhammad, maka bukan termasuk agama Islam. Tiba-tiba ada orang yang tidak mau mengakui prinsip dasar itu tetapi tetap memaksakan diri untuk dianggap sebagai muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Muhammad SAW Nabi Terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam agama Islam, ada dua sumber hukum utama yang diakui, yaitu Al-Quran dan Hadits Nabawi. Sedangkan di dalam agama Ahmadiyah, sumber kedua bukan hadits nabi melainkan menggunakan logika, atau lebih tepatnya akal-akalan semata. Mereka tidak mau percayakepada hadits nabi yang kita kenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipakainya hadits nabi Muhammad SAWoleh Ahmadiyah sudah cukup menjelaskan perbedaan kedua agama ini. Jadi agama Ahmadiyah memang 100% bukan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits Tentang Muhammad SAW Sebagai Nabi Akhir Zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil ini harus kita akui sebelumnya, bahwa tidak akan ada gunanya untuk disodorkan kepada para pemeluk agamaAhmadiyah, karena agama Ahmadiyah memang bukan agama Islam, jadi mereka tidak akan percaya hadits nabi, seberapa pun shahih dan banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sebenarnya mereka juga tidak percaya kepada Al-Quran sebagaimana kita mempercayainya, karena Al-Quran yang mereka yakini bukanlah sebagaimana yang kita yakini. Mereka hanya meyakini bunyi dan teks ayatnya saja, tapi makna dan pengertiannya pun mereka ingkari. Dan mereka bikin sendiri makna ayat itu seenak perutnya, meski tidak ada seorang ahli tafsir pun yang membenarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak ada gunanya kita jadikan hujjah di depan mereka. Sama saja percuma berdebatdengan orang Atheis menggunakan ayat Al-Quran, sebab sejak awal mereka memangtidak percaya kepada Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hadits-hadits berikut ini akan berguna buat kita umat Islam, yang masih percaya kepada Al-Quran dan hadits shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW berkata kepada 'Ali, "Hubunganmu dengankuseperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku." (Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda, "Kaum Israel dipimpim oleh beberapa nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang sesudahku, melainkan hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, ""Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan merekaheran lalu berkata: 'Kenapa kamu tidak letakkan satu batu ini.?' Nabi menjawab: Aku adalahbatu itu dan Aku penutup Nabi-nabi" (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Silsilah kerasulan dan kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku." (Hr. At-Tirmizy, Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jubair bin Mut'im radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya Aku punya beberapanama, Aku adalah Muhammad, AKu adalah Ahmad, Aku adalah Al-Mahi di mana Allah menghapuskan kekafiran karena Aku, Aku adalahAl-Hasyir yang mana manusia berkumpul di kakiku. Aku adalahAl-'Aqib yang tidak ada Nabi setelahku" (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Allah telah memberiku dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi terdahulu: [1] Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif dan sempurna. [2] Aku diberi kemenangan kare musuh gentar menghadapiku[3] Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. [4] Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk mandi langka. -[5] Aku diutus Allah untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia.[6] Dan jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (HR.Muslim, At-Tirmizy, Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW berkata, "Seandainya benar seorang Nabi akan datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab." (HR At-Tirmizy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada banyak lagi hadits yang secara tegas menyebutkan bahwa Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir. Tetapi cukup sampai di sini saja, karena memang tidak akan ada gunanya kalau disodorkan kepada pemeluk Agama Ahmadiyah, karena mereka memang tidak percaya hadits. Dan mereka juga termasuk penyeleweng dari ajaran Al-Quran yang paling sesat karena menggunakan tafsir 'dengkul'.)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Tafsir Dengkul = tafsir yang dibuat seenak dengkul sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc -- eramuslim &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237699276709063872-7799595197121311920?l=haigulam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haigulam.blogspot.com/feeds/7799595197121311920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237699276709063872&amp;postID=7799595197121311920' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7799595197121311920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237699276709063872/posts/default/7799595197121311920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haigulam.blogspot.com/2008/08/islam-vs-ahmadiyah.html' title='Islam Vs Ahmadiyah'/><author><name>SG</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_wDvDAVfm0XQ/SKWF48eeq-I/AAAAAAAAADs/LCZ-gpFvBYM/S220/f838.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
